Drag

by Zeni Natalya

The year 2020 was full of surprises and challenges for everyone, including Madhusuara breeders. During the year, the Head of Breeders, Wayan Susana, approached the Village Head of Melinggih Kelod to discuss a continuation of the breeder program and  the Pemuda Banjar Pengaji to carry out tree planting in the banjar area. In addition, the breeders have also made various efforts to increase public awareness to participate in preserving the Bali Starlings.

The celebration on December 25, 2020 was attended by all members involved in the Begawan Foundation Breeding and Release Center, BF Learning Center, Madhusuara Breeding Association, and Melinggih Kelod Village. The activity which was held at BF’s Breeding Center, was also attended by representatives of Bintara Pembina Desa (Village Guidance Officer), I Nyoman Yudiarta and Binmas Polri (Community Development Police ), I Nyoman Sadia Wiantara.

This meeting was originally intended to familiarize all members involved in Bali Starling Conservation. However, this opportunity was not one to be missed by the Head of Madhuswara Breeders. He discussed with all attendees the great opportunity for Melinggih Kelod Village to become an ecotourism village with the presence of Bali Starlings in the Melinggih Kelod area. He also briefly delivered the plan to release a few pairs of Bali Starlings involving the community. He also convinced all attendees that to take part in preserving the Bali Starling and the environment would assist to create an ecotourism village. This is certainly a spirited beginning for 2021 for Begawan Foundation, Madhusuara Breeding Association, and Melinggih Kelod Village.

Perayaan Akhir Tahun 2020 bersama Asosiasi Breeder Madhusuara

oleh Zeni Natalya

Tahun 2020 penuh kejutan dan tantangan bagi semua orang, termasuk para breeder Madhusuara. Sepanjang tahun ini, Ketua Asosiasi Breeder, Wayan Susana, mendekati Kepala Desa Melinggih Kelod untuk membahas kelanjutan program breeder dan Pemuda Banjar Pengaji untuk melakukan penanaman pohon di kawasan banjar. Selain itu para breeder juga telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk ikut serta melestarikan Jalak Bali.

Perayaan pada tanggal 25 Desember 2020 ini dihadiri oleh seluruh anggota yang terlibat dalam Pusat Penangkaran dan Pelepasliaran Yayasan Begawan, Pusat Pembelajaran BF, Asosiasi Breeder Madhusuara, dan Desa Melinggih Kelod. Kegiatan yang bertempat di Pusat Penangkaran BF ini juga dihadiri perwakilan Bintara Pembina Desa, I Nyoman Yudiarta dan Binmas Polri, I Nyoman Sadia Wiantara.

Pertemuan ini semula dimaksudkan untuk mengenalkan seluruh anggota yang terlibat dalam Konservasi Jalak Bali. Namun, kesempatan ini tidak dilewatkan oleh Ketua Asosiasi Breeder. Ia bersama seluruh hadirin berdiskusi tentang peluang besar Desa Melinggih Kelod menjadi desa ekowisata dengan hadirnya Jalak Bali di kawasan Melinggih Kelod. Ia pun sempat menyampaikan rencana pelepasliaran beberapa pasang Jalak Bali dengan melibatkan masyarakat. Ia juga meyakinkan seluruh hadirin bahwa dengan ikut serta melestarikan Jalak Bali dan lingkungan akan membantu terciptanya desa ekowisata. Hal ini tentunya menjadi awal yang penuh semangat untuk tahun 2021 bagi Yayasan Begawan, Asosiasi Breeder Madhusuara, dan Desa Melinggih Kelod.

× Welcome to Begawan. How may we assist you?