Drag

by Nitya Swastika

Begawan Foundation has a nest box on a high pole at the Breeding and Release Centre whose purpose is to be a comfortable place for the wild birds that the Begawan Foundation once released to keep coming and going to our facility. They are very productive and we even place CCTV cameras in nest boxes to ensure their safety. Unfortunately, the same thing keeps happening. Our wild Bali Starling chicks were eaten by snakes on 30 April, 24 August, 26 and 29 November 2020, and most recently on 9 January 2021. In December last year, the nest box was moved from near the tree to the top of a tall pole, but the effort also didn’t work.

We received advice from our social media friends that we need to invite Ron Lilley. We got in touch with him, and luckily, he agreed to visit our Breeding and Release Centre. Ron Lilley himself is known as a snake specialist with a well-known Facebook page, Ron Lilley’s Bali Snake Patrol Page.

Ron Lilley is originally from England and now lives in Bali. He has worked with a number of conservation NGOs. He has a Master’s degree in Conservation Biology and has always been interested in reptiles. He is also a reptile photographer. From his many experiences with conservation and reptiles, he offers snake rescue and snake-proofing advice.

The snake at our Breeding and Release Centre is the boiga cynodon. It is mildly venomous, but not harmful to humans or large pets. It is active at night and moves slowly. It would entered the bird’s nest box through an adjacent tree branch that touched the nest box. It has large eyes, a thin neck, and is long in length (up to 2.5m or more), has reddish-brown stripes, and a yellow ring around its tail. This slow moving tree snake eats bird eggs and chicks.

We are now working on the baffles (shaped like lampshades) positioned 75-100 cm above the ground, so that the snakes cannot climb from below. We also paint the posts and grease them, minimize any protruding nuts or bolts, and clean them regularly to make them extra slippery.

Hopefully there will be no more snakes that would eat the eggs or chicks at the Breeding and Release Centre. Thank you, Ron Lilley!

Kunjungan Ron Lilley ke Pusat Penangkaran dan Pelepasliaran Yayasan Begawan

oleh Nitya Swastika

Yayasan Begawan memiliki kotak sarang di tiang tinggi di Pusat Penangkaran dan Pelepasliaran, tujuannya adalah sebagai tempat yang nyaman bagi burung-burung liar yang pernah dilepaskan oleh Yayasan Begawan untuk terus datang dan pergi ke fasilitas kami. Mereka sangat produktif dan kami bahkan menempatkan kamera CCTV di kotak sarang untuk memastikan keamanannya. Sayangnya, kejadian yang sama terus terjadi. Anak burung Jalak Bali liar kami dimakan oleh ular pada tanggal 30 April, 24 Agustus, 26 dan 29 November 2020, dan terakhir pada 9 Januari 2021. Pada bulan Desember tahun lalu, kotak sarang dipindahkan dari dekat pohon ke puncak tiang tinggi, tetapi upaya itu juga tidak berhasil.

Kami mendapatkan rekomendasi dari teman-teman kami di media sosial untuk meminta bantuan dari Ron Lilley. Kami pun menghubunginya, dan untungnya, ia bersedia mengunjungi Pusat Penangkaran dan Pelepasliaran kami. Ron Lilley sendiri dikenal sebagai spesialis ular dengan halaman facebook yang cukup terkenal, Ron Lilley’s Bali Snake Patrol Page.

Ron Lilley berasal dari Inggris dan sekarang tinggal di Bali. Ia telah bekerja dengan sejumlah LSM konservasi. Ia bergelar Master di bidang Biologi Konservasi dan ia selalu tertarik pada reptil. Ia pun seorang fotografer reptil. Dari sekian banyak kesibukannya di bidang konservasi dan reptil, ia menawarkan penyelamatan ular dan snake-proofing advice.

Ular yang sering terlihat adalah boiga cynodon. Ia berbisa ringan, tetapi tidak berbahaya bagi manusia atau hewan peliharaan besar. Ia aktif di malam hari dan bergerak lambat. Ia masuk ke kotak sarang burung diduga melalui cabang pohon yang berdekatan dan menyentuh kotak sarang. Ia bermata besar, berleher tipis, dan bertubuh panjang (hingga 2,5m atau lebih), memiliki garis-garis coklat kemerahan, dan cincin kuning di sekitar ekor. Ular pohon yang bergerak lambat ini memakan telur dan anak burung.

Kami sekarang sedang mengerjakan baffle (berbentuk seperti kap lampu) yang ditempatkan pada ketinggian 75-100 cm dari permukaan tanah, sehingga ular tidak dapat memanjat dari bawah. Kami pun mengecat tiang dan mengolesinya dengan minyak, meminimalkan mur atau baut yang menonjol, dan membersihkannya secara teratur agar sangat licin.

Semoga tidak ada lagi ular yang memakan telur atau anak burung di Pusat Penangkaran dan Pelepasliaran. Terima kasih, Ron Lilley!

× Welcome to Begawan. How may we assist you?