Drag

by Naomi Tribuana Festilani

Begawan Foundation celebrated its 20-year journey on 28 February 2021. On our 20 year anniversary, we cherish our work giving back to the local community in Bali and protecting one of Bali’s treasures, the critically endangered Bali Starling. The Bali Starling (Leucopsar Rothschildi) is an iconic and precious species as it is the only endemic vertebrate on the Island since the Bali Tiger (Panthera Tigris Sondaica) became extinct. We realize that the failure of the numerous breeding and release programs has been due to the relentless poaching and the lack of involvement and engagement from the community. Therefore, we believe that engaging the local community is an effective and important approach.

With that in mind, we have involved the local community of Melinggih Kelod village to take an active role in the conservation work. Headed by I Wayan Susana, local community breeders from Melinggih Kelod village are participating in the community-based breeding and safe release of the Bali Starlings from their own compounds, adding to a program that commenced in this village  in 2017. To build togetherness with the local community, we often hold events together such as a party to celebrate the end of the year and embrace the new year with the local breeders’ community. This month, our activities with the community also involve training and the monthly breeders’ meeting to share experience, knowledge, challenges, and ideas. Begawan Foundation is teaming up with the local community for the upcoming bird release event to be held this April, from the local community compounds.

We have been educating young children from Melinggih Kelod village in our own bamboo Learning Centre since 2018, focusing on the importance of conservation with the aim to build an environment-conscious generation. We educate and empower them with a student-centric, ‘learning by doing’ curriculum to foster creativity, critical thinking, ability to speak their minds, and to prepare them to create a better future. We want them to be a smart generation that will be more equipped to deal with and tackle environmental issues. To celebrate the Begawan Foundation’s 20th anniversary, the students performed their own drama performances entitled “The Friendship between The Cendrawasih Bird and The Bali Starling” and “The Princess and The Sea”. They used their imagination to create their own story lines, and to build their own sets and costumes. Their dramas tell stories about protecting the ocean from waste and about the danger of illegal animal hunting.

Looking back at our journey, involving the village community and empowering the village children have both been integral in our conservation efforts. We are blessed to have received support from the village and its leaders. We are excited to embark on our journey ahead. Happy 20th Anniversary Begawan Foundation!

Yayasan Begawan, Perjalanan 20 Tahun

Oleh Naomi Tribuana Festilani

Yayasan Begawan merayakan 20 tahun perjalanannya pada 28 Februari 2021. Pada ulang tahun ke-20, kami menghargai pekerjaan Yayasan yang telah memberikan kembali kepada masyarakat lokal di Bali dan melindungi salah satu harta karun Bali, Jalak Bali yang terancam punah. Jalak Bali (Leucopsar Rothschildi) adalah spesies yang ikonik dan berharga karena merupakan satu-satunya hewan vertebrata yang endemik di pulau ini sejak Harimau Bali (Panthera Tigris Sondaica) punah. Kami menyadari bahwa kegagalan berbagai program pembiakan dan pelepasliaran disebabkan oleh perburuan yang tak henti-hentinya dan kurangnya keterlibatan dan keikutsertaan dari masyarakat. Oleh karena itu, kami percaya bahwa melibatkan masyarakat lokal adalah pendekatan yang efektif dan penting.

Untuk itu, kami telah melibatkan masyarakat Desa Melinggih Kelod untuk berperan aktif dalam kegiatan konservasi. Dipimpin oleh I Wayan Susana, komunitas peternak lokal dari desa Melinggih Kelod berpartisipasi dalam penangkaran berbasis komunitas dan pelepasliaran Jalak Bali yang aman dari pekarangannya sendiri, sebagai bagian dari program yang telah dimulai di desa ini pada tahun 2017. Membangun kebersamaan dengan masyarakat lokal, kami sering mengadakan acara bersama seperti pesta akhir tahun dan menyambut tahun baru bersama komunitas peternak lokal. Bulan ini, kegiatan kami bersama komunitas juga melibatkan pelatihan dan pertemuan bulanan para peternak untuk berbagi pengalaman, pengetahuan, tantangan, dan ide. Yayasan Begawan bekerja sama dengan masyarakat setempat untuk acara pelepasan burung yang akan diadakan pada bulan April ini, dari komunitas masyarakat setempat.

Kami telah mendidik anak-anak muda dari desa Melinggih Kelod di Pusat Pembelajaran bambu kami sendiri sejak 2018, fokus pada pentingnya konservasi dengan tujuan untuk membangun generasi yang sadar lingkungan. Kami mendidik dan memberdayakan mereka dengan kurikulum yang berpusat pada siswa, ‘belajar sambil melakukan’ untuk menumbuhkan kreativitas, pemikiran kritis, kemampuan untuk mengungkapkan pikiran mereka, dan untuk mempersiapkan mereka untuk menciptakan masa depan yang lebih baik. Kami ingin mereka menjadi generasi cerdas yang lebih siap menghadapi dan menangani masalah lingkungan. Dalam rangka memperingati 20 tahun Yayasan Begawan, para siswa menampilkan pertunjukan drama mereka sendiri yang bertajuk “Persahabatan Burung Cendrawasih dengan Burung Jalak Bali” dan “Putri dan Laut”. Mereka menggunakan imajinasi mereka untuk membuat alur cerita mereka sendiri, dan untuk membangun set dan kostum mereka sendiri. Drama mereka bercerita tentang melindungi laut dari limbah dan tentang bahaya perburuan hewan ilegal.

Melihat kembali perjalanan kami, melibatkan masyarakat desa dan memberdayakan anak-anak desa sama-sama tidak terpisahkan dalam upaya konservasi kami. Kami beruntung mendapat dukungan dari desa dan para pemimpinnya. Kami sangat senang untuk memulai perjalanan kami ke depan. Selamat Ulang Tahun ke-20 Yayasan Begawan!

× Welcome to Begawan. How may we assist you?