Drag

By Nitya Swastika

Begawan Foundation has been working hard for more than 20 years to conserve the endangered Bali Starlings. The Foundation has also carried out release activities, both in Nusa Penida and Sibang. After moving the Breeding and Release Centre from Sibang to Melinggih Kelod, Payangan, Gianyar in 2018, the Foundation carried out further releases.

On Monday, 5 April 2021, the Begawan Foundation again released birds in Melinggih Kelod village, from one of the residents’ houses in Banjar Begawan. After evaluating this first release, two other pairs of Bali Starlings will be set free this year.

Evaluation of this first pair will be carried out by the foundation’s veterinarian, drh. Sugiarta, who has previous experience of releases on Nusa Penida.

Post-release monitoring is carried out under the guidance of drh. Sugiarta, and includes recording all activities and locations where the pair has been sighted. The day following release, this pair have settled in the plantation and rice field area of ​​one of the villagers of Melinggih Kelod, who is also a member of the Madhusuara Breeders Association, the local breeder association collaborating with the Foundation. The birds have already started to nest in a box especially placed in a tree on the site once it was seen that this pair looked like they wanted to build a home.

The involvement of residents is indeed important in conservation activities, so we hope this will be a good start for the next release of Bali starlings.

Kegiatan Monitoring Pasca Pelepasliaran Burung Jalak Bali

Oleh Nitya Swastika

Yayasan Begawan telah bekerja keras selama lebih dari 20 tahun untuk melestarikan Burung Jalak Bali yang terancam punah. Yayasan juga telah melakukan kegiatan pelepasliaran, baik di Nusa Penida maupun Sibang. Setelah pemindahan Pusat Penangkaran dan Pelepasliaran dari Sibang ke Melinggih Kelod, Payangan, Gianyar pada tahun 2018, di mana Yayasan terus melakukan pelepasliaran.

Pada Senin 5 April 2021, Yayasan Begawan kembali melepasliarkan burung di Desa Melinggih Kelod, dari salah satu rumah warga di Banjar Begawan. Setelah mengevaluasi pelepasan pertama ini, dua pasang Jalak Bali lainnya akan dibebaskan tahun ini.

Evaluasi pasangan perdana ini dilakukan oleh dokter hewan Yayasan, drh. Sugiarta yang memiliki pengalaman pelepasliaran di Nusa Penida sebelumnya.

Pemantauan pasca pelepasliaran dilakukan di bawah bimbingan drh. Sugiarta, dan mencakup pencatatan semua aktivitas dan lokasi di mana pasangan Jalak Bali tersebut telah terlihat. Sehari setelah pelepasliaran, pasangan ini bermukim di areal perkebunan dan persawahan salah satu warga Desa Melinggih Kelod yang juga tergabung dalam Asosiasi Peternak Madhusuara, asosiasi peternak lokal yang bekerja sama dengan Yayasan. Burung-burung tersebut sudah mulai bersarang di dalam kotak khusus ditempatkan di pohon di lokasi setelah pasangan ini terlihat seperti ingin membangun rumah.

Keterlibatan warga memang penting dalam kegiatan konservasi, sehingga kami berharap ini menjadi awal yang baik untuk pelepasan burung Jalak Bali selanjutnya.

× Welcome to Begawan. How may we assist you?