Drag

By Ketut Desy Pramita

To summarize their learning as well as to close the theme of “Growing in Bali”, on April 28-30 2021, the Eco-Warriors at the Begawan Foundation Learning Centre made  a video coverage of interviews with each other. Their goal is to share the knowledge they have acquired with others.

Each Eco-Warrior has the opportunity to become a reporter and an interviewee. One Eco-Warrior who served as an interviewee explained the topics that had been studied in the theme “Growing in Bali”, such as making eco-enzymes, making ketupat, explaining weeds, making compost, and making natural colors. Meanwhile, Eco-Warriors who acted as reporters were tasked with extracting information from sources using the 5W + 1H (what, where, when, why, who, how) technique they have learned in class.

They explored information related to topics that will be shared by browsing on the internet. They learned to be creative so that this information can be shared interestingly on our YouTube channel. They also have repeatedly practiced with friends and provided input to each other so that the video shoot can run smoothly.

Begawan Foundation focuses on education for the village children and conservation of the endangered Bali Starlings. Even though it seems like these are two different activities, the two actually support one another. At its centre, the core work of Begawan Foundation is building the local community in Melinggih Kelod and surrounding areas.

We wish to show our appreciation for all Eco-Warriors who have dared to appear in public and are willing to share knowledge with others.

Intrigued by the results of the student videos at the Begawan Foundation Learning Center? Subscribe to the Begawan Foundation Youtube Channel, it will be live soon!

Meningkatkan Rasa Percaya Diri, Para Pejuang Lingkungan Belajar Wawancara

Oleh Ketut Desy Pramita

Untuk merangkum pembelajaran mereka sekaligus menutup tema Tumbuh di Bali, pada 28-30 April 2021, Pejuang Lingkungan di Pusat Pembelajaran Yayasan Begawan membuat liputan video wawancara satu sama lain. Tujuan mereka adalah untuk bisa berbagi pengetahuan yang telah mereka peroleh dengan orang lain.

Setiap Pejuang Lingkungan memiliki kesempatan untuk menjadi reporter dan orang yang diwawancarai. Salah satu Pejuang Lingkungan yang menjadi narasumber memaparkan topik-topik yang telah dipelajari dalam tema “Tumbuh di Bali”, seperti membuat ekoenzim, membuat ketupat, menjelaskan gulma, membuat kompos, dan membuat pewarna alami. Sedangkan Eco-Warriors yang berperan sebagai reporter ditugaskan untuk mendapatkan informasi dari sumber dengan menggunakan teknik 5W + 1H (apa, dimana, kapan, mengapa, siapa, bagaimana) yang telah mereka pelajari di kelas.

Demi mendapatkan hasil video yang memuaskan, para Pejuang Lingkungan rajin melakukan persiapan.

Mereka menggali informasi terkait topik yang akan dibagikan dengan browsing di internet. Mereka belajar untuk menjadi kreatif agar informasi ini bisa disebarluaskan dengan menarik di channel YouTube kita. Mereka juga sudah berulang kali berlatih bersama teman dan saling memberi masukan agar syuting video bisa berjalan dengan lancar.

Berperan sebagai interviewer-interviewee sangat berguna bagi para Pejuang Lingkungan untuk menambah rasa percaya diri dan meningkatkan kemampuan komunikasi yang baik. Meskipun ketakutan dan kecemasan sering muncul selama wawancara, Pejuang Lingkungan belajar untuk mengelolanya. Meski siswa harus mengulang liputannya beberapa kali untuk mendapatkan hasil terbaik, mereka tidak pernah menyerah.

Kami ingin menunjukkan apresiasi kami kepada semua Pejuang Lingkungan yang telah berani tampil di depan umum dan bersedia berbagi pengetahuan dengan orang lain.

Penasaran dengan hasil video siswa di Begawan Foundation Learning Center? Kunjungi Saluran Youtube Yayasan Begawan, di mana semua video akan segera disiarkan!

× Welcome to Begawan. How may we assist you?