Drag

By Nitya Swastika

Until now, Bali Starlings are still threatened with extinction. In conserving and maintaining the health of the birds at Begawan Foundation’s Breeding and Release Centre, we apply strict standards, from clean enclosures to intake of nutritious foods.

To maintain hygiene standards, our bird keeper Kadek Sanjaya cleans the enclosures every day. He always checks whether there is water for bathing, perches, and he keeps the vegetation supplies in the enclosures in very good condition. In addition, he routinely provides nest material, namely dry gliricidia sepium twigs, dry spruce leaves, various other dry leaves, and sawdust. The availability of various nesting materials provides options for Bali Starling parents who are about to lay eggs. He also regularly checks the nest box, especially in the breeding enclosures of pairs who previously have been seen making nests.

Every morning and afternoon, Kadek mixes up a healthy menu for our Bali Starlings which includes papaya, long beans, carrots, and sprouts for fruits and vegetables. Crickets, mealworms, and ant eggs are also given as protein boosters and eggshells provide calcium, especially for breeding pairs.

This standard does not only apply to the foundation’s Breeding and Release Centre. Every month, foundation staff with our veterinarian, Made Sugiarta, visit the compounds of Bali Starling breeders from the Madhusuara Breeders Association to ensure the breeders we work with adhere to applicable standards. Moreover, Sugiarta uses the Five Animal Welfare Principles in his regular visits to the breeders, namely the proper environment and diet, animal behavior patterns, shelter, and protection from pain and threats from predators. We hope that our efforts assist the conservation of this critically endangered bird species endemic to Bali Island.

Cara Kami Merawat Jalak Bali dengan Baik

Oleh Nitya Swastika

Sampai saat ini Jalak Bali masih terancam punah. Dalam melestarikan dan menjaga kesehatan burung di Pusat Penangkaran dan Pelepasliaran Yayasan Begawan, kami menerapkan standar yang ketat, mulai dari kandang yang bersih hingga asupan makanan yang bergizi.

Untuk menjaga standar kebersihan, penjaga burung kami Kadek Sanjaya membersihkan kandang setiap hari. Ia selalu mengecek apakah ada air untuk mandi, bertengger, dan ia menjaga persediaan tumbuh-tumbuhan di kandang dalam kondisi yang sangat baik. Selain itu, ia rutin menyediakan bahan sarang yaitu ranting gliricidia sepium kering, daun cemara kering, aneka daun kering lainnya, dan serbuk gergaji. Ketersediaan berbagai bahan sarang memberikan pilihan bagi induk Jalak Bali yang akan bertelur. Ia juga rutin mengecek kotak sarang, terutama di kandang penangkaran pasangan yang sebelumnya sudah terlihat membuat sarang.

Setiap pagi dan sore, Kadek meracik menu sehat untuk Jalak Bali kami yang meliputi pepaya, kacang panjang, wortel, dan tauge untuk buah dan sayur. Jangkrik, ulat bambu, dan telur semut juga diberikan sebagai penguat protein dan cangkang telur menyediakan kalsium, terutama untuk pembiakan pasangan.

Standar ini tidak hanya berlaku untuk Pusat Penangkaran dan Pelepasliaran yayasan. Setiap bulan, staf yayasan bersama dokter hewan kami, Made Sugiarta, mengunjungi kompleks peternak Jalak Bali dari Asosiasi Peternak Madhusuara untuk memastikan peternak yang bekerja dengan kami mematuhi standar yang berlaku. Selain itu, Sugiarta menggunakan Lima Prinsip Kesejahteraan Hewan dalam kunjungan rutinnya ke peternak, yaitu lingkungan dan pola makan yang tepat, pola perilaku hewan, tempat berlindung, dan perlindungan dari rasa sakit dan ancaman dari predator. Kami berharap upaya kami membantu pelestarian spesies burung endemik Pulau Bali yang terancam punah ini.

× Welcome to Begawan. How may we assist you?