Drag

By Zeni Natalya

Begawan Foundation Learning Centre conducted orientation with Eco-Warriors throughout May. The orientation provided basic skills, such as meditation for mindfulness, learning to give presentations, and how to develop communication with the other students. One of the tasks was to write up a collective agreement to be used as a reference for acceptable behavior while at the Learning Centre.

Orientation activities, which began on May 2nd, coincided with National Education Day. We saw this as a good time to get to know the Eco-Warriors better. The education staff invited Eco-Warriors to let them  know what education means for each of them. The results of their reflection are amazing.

Those who are 7 to 13 years old were able to express the meaning of education for themselves. Some liken education to a star because it illuminates the darkness within. Some expressed the idea that education is like a map that shows directions to reach their goals. Four Eco-Warriors from two different groups revealed that education is like the endless sky and space. “For me, education is like a pen because a pen can write on paper. Likewise with education, which allows me to write many things in life,” said Agus Eka (Eco-Warrior).

Recognizing the meaning of education for themselves can help them understand the importance of education, and they are also able to realize the importance of lifelong learning for themselves. Our Eco-Warriors understand that their learning experiences will assist them to achieve their goals.

Thank you to all those Eco-Warriors who have committed to the process together at Begawan Foundation Learning Centre. Together, we grow and develop education for ourselves and society through ‘Learning by Doing’.

Pendidikan untuk para Pejuang Lingkungan

Oleh Zeni Natalya

Pusat Pembelajaran Yayasan Begawan melakukan orientasi bersama para Pejuang Lingkungan sepanjang Mei. Orientasi tersebut memberikan keterampilan dasar, seperti meditasi untuk mindfulness, belajar memberikan presentasi, dan bagaimana mengembangkan komunikasi dengan siswa lain. Salah satu tugasnya adalah membuat kesepakatan bersama untuk dijadikan acuan perilaku yang dapat diterima selama berada di Pusat Pembelajaran.

Kegiatan orientasi yang dimulai pada tanggal 2 Mei bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional. Kami melihat ini sebagai saat yang tepat untuk mengenal para Pejuang Lingkungan lebih baik. Staf pendidikan mengundang Pejuang Lingkungan untuk memberi tahu mereka apa arti pendidikan bagi mereka masing-masing. Hasil refleksi mereka luar biasa.

Mereka yang berusia 7 hingga 13 tahun sudah mampu mengungkapkan makna pendidikan bagi dirinya sendiri. Beberapa orang menyamakan pendidikan dengan bintang karena menerangi kegelapan. Ada yang berpendapat bahwa pendidikan itu seperti peta yang menunjukkan arah untuk mencapai tujuan mereka. Empat Pejuang Lingkungan dari dua kelompok berbeda mengungkapkan bahwa pendidikan itu seperti langit dan angkasa yang tak berujung. “Bagi saya, pendidikan itu seperti pena karena pena bisa menulis di atas kertas. Begitu juga dengan pendidikan, yang membuat saya bisa menulis banyak hal dalam hidup ini,” ujar Agus Eka (Pejuang Lingkungan).

Mengenali makna pendidikan bagi diri mereka sendiri dapat membantu mereka memahami pentingnya pendidikan, dan mereka juga mampu menyadari pentingnya belajar sepanjang hayat bagi diri mereka sendiri. Pejuang Lingkungan kami memahami bahwa pengalaman belajar mereka akan membantu mereka mencapai tujuan mereka.

Terima kasih untuk semua Pejuang Lingkungan yang telah berkomitmen untuk proses bersama di Pusat Pembelajaran Yayasan Begawan. Bersama-sama, kita menumbuhkan dan mengembangkan pendidikan untuk diri kita sendiri dan masyarakat melalui ‘Learning by Doing’.

× Welcome to Begawan. How may we assist you?