Drag

Begawan Foundation’s Bali Starling community-based conservation project in Melinggih Kelod village has engaged local communities to protect the critically endangered bird species since 2018. One of our staff members, Kadek Sanjaya Winangun, who works at the foundation’s Breeding and Release Centre as the bird keeper, comes from the local community of Banjar Pengaji, Melinggih Kelod. On a daily basis, he is responsible for the preparation and feeding of the birds, the maintenance of the breeding site, its cleanliness and hygiene, observation and pairing of young birds, and also monitoring of released birds.

Kadek is twenty years old now and at his young age, he is skilled in terms of bird care and breeding. He has assisted in monitoring the birds as well as working with our photographer to identify and capture photos of the wild birds around the village. His interest in birds started when he was in primary school, when he collected birds, such as cilalongan, cucuk, and decu. He likes birds because of their beautiful voices. One of his favorites is his cilalongan which he has had for 10 years.

Who would have thought that he has also had the experience of being a bird poacher when he was in middle school four years ago. Back then, he did not always have much money, therefore he could not afford to buy birds. He poached birds in the rice fields in Banjar Pengaji with his friends using an air rifle, mostly the cinglar, prenjak kepala merah, and cucuk. Unlike his hunting buddies, he never sold any of the birds he caught, his interest was to take care of  them at home.

Working at Begawan Foundation has provided him with a knowledge of the need for conservation of the local wildlife. For him, it has been an honor and a life changing experience to be the keeper of a critically endangered bird species. One of the many things he likes about his job is witnessing the hatching of the eggs. Since it is his job to pair the birds as well, it means success for him when the pair breed.

Dari Pemburu menjadi Penjaga

Proyek konservasi berbasis komunitas Jalak Bali Yayasan Begawan di desa Melinggih Kelod telah melibatkan masyarakat setempat untuk melindungi spesies burung yang terancam punah sejak 2018. Salah satu anggota staf kami, Kadek Sanjaya Winangun, yang bekerja di Pusat Penangkaran dan Pelepasliaran yayasan sebagai penjaga burung, berasal dari masyarakat Banjar Pengaji, Melinggih Kelod. Setiap hari, ia bertanggung jawab atas persiapan dan pemberian makanan burung, pemeliharaan tempat penangkaran dan kebersihannya, pengamatan dan pemasangan burung muda, serta pemantauan burung yang dilepaskan.

Kadek saat ini berusia dua puluh tahun dan di usianya yang masih muda, ia terampil dalam hal perawatan dan penangkaran burung. Dia telah membantu dalam memantau burung-burung serta bekerja dengan fotografer kami untuk mengidentifikasi dan mengambil foto burung-burung liar di sekitar desa. Ketertarikannya pada burung dimulai sejak ia duduk di bangku sekolah dasar, saat ia mengoleksi burung, seperti cilalongan, cucuk, dan decu. Dia menyukai burung karena suaranya yang indah. Salah satu favoritnya adalah cilalongan yang sudah ia miliki selama 10 tahun.

Siapa sangka ia juga pernah memiliki pengalaman menjadi pemburu burung saat masih duduk di bangku SMP empat tahun lalu. Saat itu, dia tidak selalu punya banyak uang, oleh karena itu dia tidak mampu membeli burung. Dia berburu burung di sawah di Banjar Pengaji bersama teman-temannya menggunakan senapan angin, kebanyakan cinglar, prenjak kepala merah, dan cucuk. Tidak seperti teman berburunya, dia tidak pernah menjual burung yang ditangkap, minatnya adalah untuk merawatnya di rumah.

Bekerja di Yayasan Begawan telah memberinya pengetahuan tentang perlunya konservasi satwa liar setempat. Baginya, merupakan suatu kehormatan dan pengalaman yang mengubah hidup menjadi penjaga spesies burung yang terancam punah. Salah satu dari banyak hal yang dia sukai dari pekerjaannya adalah menyaksikan penetasan telur. Karena tugasnya untuk memasangkan burung juga, itu berarti kesuksesan baginya ketika pasangan itu berkembang biak.

× Welcome to Begawan. How may we assist you?