Drag

By Nitya Swastika

Begawan Foundation has been working for more than 20 years to preserve the Bali Starling and has undertaken a number of releases before, such as those in Nusa Penida in 2006 and 2007, and in Sibang in 2014. In order to realize our goal to see Bali Starlings flying freely in the wild, on June 22, 2021, we released a further two Bali Starlings at a community compound in Banjar Begawan, Melinggih Kelod, Payangan. This is the second release for 2021.

The two Bali Starlings that we have released are a couple which were productive in their enclosure. We hope that they will be even more productive in the wild, as are the wild pair that settled in our Breeding Centre after their release in 2018. Prior to their release, we moved the pair from our Breeding Centre to the compound for three months, so that they feel familiar and comfortable with the release location.

Our veterinarian, dr. Sugiarta, accompanied by our bird keeper, Kadek, installed a microchip in the pair’s bodies to prevent bird theft. The code on the microchip implanted in the bodies of the pair that we will release is registered by our staff, so our chances of finding them are greater, if the pair is found elsewhere.

We also installed five nest boxes in a radius of 100-200 meters around the release site. Dr. Sugiarta predicts that the pair will settle around Banjar Begawan and Banjar Tibekauh. Kadek, our birdkeeper, still conducts intensive monitoring every day, under the supervision of our veterinarian who routinely visits two to three times a week, and to our delight, this pair has settled in one of the nest boxes that we provided around the release site.

Pelepasliaran Kedua Yayasan Begawan 2021

Oleh Nitya Swastika

Yayasan Begawan telah bekerja keras selama lebih dari 20 tahun untuk melestarikan burung Jalak Bali dan telah melakukan banyak pelepasliaran sebelumnya, seperti di Nusa Penida dan di Sibang. Dalam rangka mewujudkan salah satu tujuan kami untuk melihat burung jalak bali terbang bebas di alam, pada tanggal 22 Juni 2021, kami kembali melakukan kegiatan pelepasliaran dua ekor burung Jalak Bali di kediaman Bapak I Nyoman Sukadana di Banjar Begawan, Melinggih Kelod, Payangan. Pelepasliaran ini adalah yang kedua di tahun 2021.

Dua ekor burung Jalak Bali yang kami lepasliarkan ini merupakan pasangan yang dahulu produktif di kandang. Kami berharap, mereka semakin produktif di alam liar, seperti halnya pasangan liar yang menetap di Pusat Penangkaran kami. Sebelum dilepasliarkan, kami memindahkan pasangan tersebut dari Pusat Penangkaran kami ke kediaman Bapak I Nyoman Sukadana selama tiga bulan, agar mereka merasa familiar dan nyaman dengan lokasi pelepasliaran.

Selain itu, dokter hewan kami, drh. Sugiarta, didampingi oleh bird keeper kami, Kadek, memasang microchip di tubuh pasangan burung tersebut untuk menghindari pencurian burung. Kode pada microchip yang ditanam di tubuh pasangan burung yang akan kami lepasliarkan terdaftar oleh staf kami, sehingga peluang kami untuk menemukan burung yang hilang lebih besar.

Kami juga memasang lima kotak sarang di radius 100-200 meter di sekitar lokasi pelepasliaran. drh. Sugiarta memprediksi bahwa pasangan ini akan menetap di sekitar Banjar Begawan dan Banjar Tibekauh. Sampai hari ini, Kadek masih melakukan monitoring secara intensif setiap hari, di bawah pengawasan dokter hewan kami yang rutin berkunjung dua sampai tiga kali seminggu, dan sampai saat ini, pasangan burung kami sudah menetap di salah satu kotak sarang yang kami sediakan di sekitar lokasi pelepasliaran.

× Welcome to Begawan. How may we assist you?