Drag

By Masthika Anandam

We often use the sense of taste to identify the food or drink we put into our mouths. Our mouths also feel the shape and texture of the food, so when eating we know the texture, shape, and taste of the food. The sense of hearing is used to capture and receive information from the surrounding environment.

Eco Warriors at Begawan Foundation Learning Centre used taste and hearing as ‘color translator tools’, then they painted. They started by tasting a candy and then translated it into a color which they thought could represent the taste of the candy, putting what they imagined onto paper.

The dance of the brushes on the papers and the atmosphere of the class at that time was exciting for all. They continued the activity by listening to a simple song. They closed their eyes to focus on the melody of the song and then translated the sound waves into colors, wiggling their brushes on the drawing paper.

While drawing, they discussed with each other about the taste and their insights. Their discussion was filled with laughter which made them even happier with this experiment. This experiment became a new experience for them and it turned out that with the senses that we usually only use to taste and hear, we can create colors and paintings in a fun way.

Menerjemahkan Indra Perasa dan Pendengar Menjadi Warna dan Visual

Oleh Masthika Anandam

Indra perasa kerap kita gunakan untuk mengidentifikasi sebuah rasa ketika kita memasukkan makanan ataupun minuman kedalam mulut. Selain itu indra perasa juga dapat merasakan bentuk dan tekstur dari sebuah makanan sehingga, kita dapat mengetahui tekstur, bentuk, maupun rasa dari makanan yang kita makan. Sedangkan indra pendengar merupakan salah satu bagian yang menerima gelombang suara dan sering kita gunakan untuk menangkap dan menerima informasi dari lingkungan sekitar.

Dari dua indra tersebut, para pejuang lingkungan di pusat belajar yayasan Begawan mencoba untuk menggunakanya sebagai “Alat Penerjemah Warna” yang kemudian dituangkan kedalam sebuah gambar. Mereka mengawalinya dengan merasakan rasa dari permen yang kemudian mereka mencoba menerjemahkannya menjadi sebuah warna yang mereka anggap dapat mewakili rasa dari permen tersebut lalu dituangkannya ke dalam kertas gambar yang telah disiapkan.

Tarian kuas dan serunya suasana kelas pada saat itu menjadikan para pejuang lingkungan senang dalam bereksperimen ini. Kemudian mereka melanjutkannya dengan mendengarkan sebuah lagu yang sederhana. Mereka memejamkan mata untuk mencoba fokus ke alunan melodi dari lagu tersebut kemudian mencoba menerjemahkan gelombang bunyi tersebut menjadi warna dan menggoyangkan kuasnya diatas kertas gambar.

Sembari menggambar, mereka berdiskusi satu sama lain mengenai rasa dan suasana yang mereka dapat serta diselingi dengan candaan yang membuat mereka semakin senang dengan eksperimen ini. Tentunya eksperimen ini menjadi sebuah pengalaman baru bagi mereka, ternyata dari sebuah rasa dan pendengaran yang biasanya hanya kita gunakan sebagai perasa makanan dan pendengar informasi kita dapat menjadikannya sebuah warna dan gambar dengan cara yang sangat menyenangkan.

× Welcome to Begawan. How may we assist you?