Drag

By Nitya Swastika

Established in 1999, Begawan Foundation has released many Bali Starlings in Nusa Penida during 2006-2007 and Sibang in 2012-2014. Later in 2018, the foundation released 20 birds in Melinggih Kelod. Our wild Bali Starlings have been monitored by the local community, and one pair, with their aggressive and territorial behavior, has remained at Begawan Foundation’s Breeding and Release Centre until now and  has bred more than 9 chicks since the beginning of 2021.

Apart from being one of Begawan Foundation’s goals to continue releasing this critically endangered bird species, the Bali Starling has indeed proven to be more productive in the wild. In April and June 2021, two more releases were carried out, with two pairs of Bali Starlings released from the compounds of local residents. One pair has bred twice and the second released pair has bred once. The releases of Bali Starlings will continue to be carried out in Melinggih Kelod, both in pairs and as a flock.

Before a release, there are several important things that need to be prepared, including habitat assessment. Sze On Ng and Sze Hon Tam from the University of Hong Kong conducted a habitat assessment of Melinggih Kelod Village for the release of the Bali Starling in 2019. Assessments were carried out around the valley, river, cemetery, and all areas of the village. The survey aimed to identify and evaluate competitors, predators, food sources, and nests as well as human disturbances on the site.

In addition to habitat assessment, we also need a permit from the Natural Resources Conservation Agency (BKSDA) and also Animal Health Certificate (SKKH) from the Veterinary Centre (BBVET) to ensure that the birds to be released are free from all kinds of diseases, especially Avian Influenza (AI).

Begawan Foundation also ensures three identification tags are attached to the Bali Starlings that will be released into the wild. The first is the bird ring attached to the bird’s leg. This closed ring, used to identify the bird as coming from our Breeding Centre is placed on the leg of the bird soon after it has hatched. It has the code of our Breeding Centre and the serial number of the bird.

The second tags are color cable ties. If the bird ring contains the Breeding Centre code and bird serial number, cable ties make it easier for us to monitor birds from a distance after release. We make sure all the birds in our Breeding Centre have a different selection and arrangement of color cable ties, and all these are recorded in our studbook.

Finally, our veterinarian, assisted by our bird keeper, inserts a microchip into the body of Bali Starling that will be released into the wild. Our animal-specific microchips are supplied by Doug Black in Australia. Each microchip has a different code and is recorded by the foundation staff. Microchips are very useful when a lost or stolen bird is found, because we can scan the body of the animal where the microchip is installed.

Hal-hal Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Pelepasliaran Burung Jalak Bali

Oleh Nitya Swastika

Berdiri sejak 1999, Yayasan Begawan banyak melepasliarkan burung mulai dari di Nusa Penida dan Sibang selama 2006-2007 dan 2012-2014. Pada tahun 2018, burung-burung dan kandang-kandangnya dikembalikan ke Melinggih Kelod. Di sini, yayasan Kembali melepasliarkan 20 ekor burung pada tahun yang sama. Sampai sekarang, burung Jalak Bali liar kami sempat beberapa kali terpantau oleh masyarakat local dan satu pasangan, dengan perilaku agresif dan teritorialnya, menetap di Pusat Penangkaran dan Pelepasliaran Yayasan Begawan sampai sekarang. Pasangan ini, bagaimanapun, telah menghasilkan lebih dari 9 anak sejak awal tahun 2021.

Selain menjadi salah satu tujuan Yayasan Begawan untuk terus melepasliarkan spesies burung yang terancam punah ini, burung Jalak Bali memang terbukti lebih produktif di alam liar. Pada bulan April dan Juni 2021, dilakukan dua kali pelepasliaran lagi, dengan dua pasang Jalak Bali dilepasliarkan dari rumah warga setempat. Pelepasliaran-pelepasliaran Jalak Bali akan terus dilakukan di Melinggih Kelod, baik sepasang maupun sekawanan.

Sebelum pelepasliaran, ada beberapa hal penting yang perlu dipersiapkan antara lain adalah penilaian habitat. Sze On Ng dan Sze Hon Tam dari University of Hong Kong telah melakukan penilaian habitat Desa Melinggih Kelod untuk pelepasliaran Jalak Bali pada tahun 2019. Penilaian dilakukan di sekitar lembah, sungai, makam, dan kedua sisi desa. Survei bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi pesaing, predator, sumber makanan dan sarang serta gangguan manusia di situs. Hasil survei menunjukkan dampak pesaing, predator, sumber daya dan gangguan potensial pada burung jalak yang dilepas belum ditemukan.

Selain penilaian habitat, kita juga perlu surat izin dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan juga Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari Balai Besar Veteriner (BBVET) untuk memastikan bahwa spesies burung yang akan dilepasliarkan bebas dari segala macam penyakit, terutama Avian Influenza (AI).

Sebagai penanda, Yayasan Begawan juga memastikan tiga tanda pengenal yang dipasangkan pada burung jalak bali yang akan dilepasliarkan. Yang pertama adalah cincin burung yang merupakan aksesoris penanda yang dipasangkan pada kaki burung. Ring dijadikan sebagai identitas burung dari peternakan kita. Karena ring tersebut terdapat kode khas Pusat Penangkaran dan nomor urut burung.

Yang kedua adalah kabel ties warna. Jika cincin burung berisi kode pusat penangkaran dan nomor urut burung, kabel ties memudahkan kita untuk memantau burung dari kejauhan karena pemantauan adalah salah satu hal penting yang harus dilakukan pasca pelepasliaran. kami memastikan semua burung di pusat penangkaran kami memiliki warna kabel ties yang berbeda satu sama lain, dan semua warna kami catat ke dalam studbook.

Terakhir,  dokter hewan dibantu oleh bird keeper kami,  memasangkan microchip ke dalam tubuh burung jalak bali yang akan dilepasliarkan. Microchip khusus hewan kami di-supply oleh Trovan Microchip. Microchip hewan berguna untuk menandai hewan yang  dilepasliarkan. Tiap microchip memiliki kode yang berbeda dan tercatat oleh staf yayasan. Microchip sangat berguna ketika burung yang hilang atau dicuri ditemukan, karena kita bisa  scan tubuh hewan di mana microchip dipasang.

× Welcome to Begawan. How may we assist you?