Drag

By Zeni Natalya

Bali is famous for its beautiful culture and arts. One of the most interesting of the Balinese arts is Balinese dance. Balinese dance itself has many types and functions. These dances can be seen in performances and at ceremonies. Not only is it interesting to watch a performance, it is also an interesting activity to learn.

To participate in preserving Balinese dance, our Eco Warriors learn Balinese dance every Saturday. Eco Warriors, from four villages in Payangan, come to the Bale Banjar Pengaji to practice Balinese dance organised by Begawan Learning Centre in collaboration with Banjar Pengaji. This is a real step for them to preserve Balinese culture.

Their tenacity to practice has resulted in a graceful and beautiful dance for them to perform. Over the past two years, the girls have practiced two dances, while the boys have practiced one dance. The girls have learned the Panyembrama and Puspanjali dances, while the boys have learned the Wirayuda dance.

Recently, Kadek Sri, the dance teacher at Begawan Learning Centre trained the girls in Rejang Dewa, Sekar Jagat, Margapati, and Condong dances. The boys also practiced additional dances: Gopala, Sekar Ibing, Jangeran, Baris Gede, and Baris Tunggal. After practicing for seven classes, five Eco Warriors confidently took part in the Condong Bali and Baris Tunggal dance competitions organised by Sekaa Teruna Yowana Dharma Pratiwi, Sukawati.

This is the first experience for Eco Warriors to take part in a dance competition outside their village. Even though it was their first time and they were a little nervous, they still performed confidently on stage. They did their best and were able to overcome their fear of performing in front of many people.

Congratulations to the Eco Warriors who have shown their  bravery and confidence by performing in this competition!

Pejuang Lingkungan Unjuk Gigi dalam Lomba Tari Bali
Oleh Zeni Natalya

Bali terkenal dengan keindahan budaya dan seninya. Salah satu kesenian Bali yang paling menarik adalah tari Bali. Tari Bali sendiri memiliki banyak jenis dan fungsi. Tari Bali ini dapat dilihat dalam pertunjukan dan pada upacara-upacara. Tidak hanya menarik untuk ditonton, tetapi juga menarik untuk dipelajari.

Untuk ikut melestarikan tari Bali, Pejuang Lingkungan belajar tari Bali setiap hari Sabtu. Pejuang Lingkungan dari empat desa di Payangan datang ke Bale Banjar Pengaji untuk berlatih tari Bali yang diselenggarakan oleh Pusat Belajar Begawan bekerjasama dengan Banjar Pengaji. Ini merupakan langkah nyata bagi mereka untuk melestarikan budaya Bali.

Kegigihan mereka dalam berlatih telah menghasilkan tarian yang anggun dan indah untuk mereka tampilkan. Selama dua tahun terakhir, Pejuang Lingkungan perempuan berlatih dua tarian, sedangkan Pejuang Lingkungan laki-laki  berlatih satu tarian. Pejuang Lingkungan perempuan mempelajari tari Panyembrama dan Puspanjali, sedangkan Pejuang Lingkungan laki-laki mempelajari tari Wirayuda.

Baru-baru ini, Kadek Sri, guru tari di Pusat Belajar Begawan melatih para Pejuang Lingkungan tarian Rejang Dewa, Sekar Jagat, Margapati, dan Condong. Pejuang Lingkungan laki-laki juga berlatih tarian tambahan: Gopala, Sekar Ibing, Jangeran, Baris Gede, dan Baris Tunggal. Setelah berlatih selama tujuh kelas, lima Pejuang Lingkungan dengan percaya diri mengikuti kompetisi tari Condong Bali dan Baris Tunggal yang diselenggarakan oleh Sekaa Teruna Yowana Dharma Pratiwi, Sukawati.

Ini adalah pengalaman pertama Pejuang Lingkungan mengikuti kompetisi tari di luar desa mereka. Meski baru pertama kali dan sedikit gugup, mereka tetap tampil percaya diri di atas panggung. Mereka melakukan yang terbaik dan mampu mengatasi rasa takut tampil di depan banyak orang.

Selamat kepada para Pejuang Lingkungan yang telah menunjukkan keberanian dan kepercayaan diri mereka dengan tampil di kompetisi ini!

× Welcome to Begawan. How may we assist you?