Drag

By Bonita Prasetyo

The growth of modern technology has resulted in many innovations that make our life easier. We can shop using a smartphone and the groceries will be delivered right to our doorstep the next day. This innovation that we can enjoy certainly cannot be separated from the creative thinking of its inventors.

Basically, every child can think creatively. When solving a problem, children will seek information by asking questions, trying to do new things, and working with their friends in fun ways. They have unlimited imagination and the ability to create solutions to the problems they face.

One of the activities to hone the creativity of Eco Warriors in the thematic class last November was to perform a musical poem with the theme of poverty. In the Commercial Maths / Money theme, apart from learning about money itself, the students were also invited to care about and be sensitive to social issues that are relevant to the theme of money, one of them being poverty. In small groups, they read the chosen poem together, discussed what it meant, and created the overall tone and gestures so that the message of the poem could be understood by other students.

The poem chosen by the Eco Warriors was “Gadis Peminta-Minta” (“Beggar Girl”) by Toto S. Bachtiar. After reading the poem, the students discussed their feelings of empathy and a wish to be able to do something when one day they meet a beggar themselves. Through this activity, the students become not only aware of the social problems in our society, but also become aware and motivated to do something about such problems.

Membina Kreativitas untuk Mengatasi Tantangan Dunia Nyata
Oleh: Bonita Prasetyo

Pertumbuhan teknologi modern telah menghasilkan banyak inovasi yang membuat hidup kita lebih mudah. Kita bisa berbelanja menggunakan smartphone dan belanjaan akan diantar langsung ke depan pintu rumah kita keesokan harinya. Inovasi yang bisa kita nikmati ini tentunya tidak lepas dari pemikiran kreatif para penemunya.

Pada dasarnya, setiap anak dapat berpikir kreatif. Ketika memecahkan suatu masalah, anak akan mencari informasi dengan mengajukan pertanyaan, mencoba melakukan hal baru, dan bekerja sama dengan teman-temannya dengan cara yang menyenangkan. Mereka memiliki imajinasi yang tidak terbatas dan kemampuan untuk menciptakan solusi dari masalah yang mereka hadapi.

Salah satu kegiatan untuk mengasah kreativitas Pejuang Lingkungan di kelas tematik November lalu adalah menampilkan puisi musik bertema kemiskinan. Dalam tema Komersial Matematika/Uang, selain belajar tentang uang itu sendiri, para siswa juga diajak untuk peduli dan peka terhadap isu-isu sosial yang relevan dengan tema uang, salah satunya kemiskinan. Dalam kelompok kecil, mereka membaca puisi yang dipilih bersama-sama, mendiskusikan artinya, dan menciptakan nada dan gerak tubuh secara keseluruhan agar pesan puisi tersebut dapat dipahami oleh siswa lain.

Puisi yang dipilih oleh Pejuang Lingkungan adalah “Gadis Peminta-Minta” karya Toto S. Bachtiar. Setelah membaca puisi, para siswa mendiskusikan perasaan empati mereka dan keinginan untuk dapat melakukan sesuatu ketika suatu hari mereka bertemu dengan seorang pengemis. Melalui kegiatan ini, para siswa tidak hanya menjadi sadar akan masalah sosial di masyarakat kita, tetapi juga menjadi sadar dan termotivasi untuk melakukan sesuatu terhadap masalah tersebut.

× Welcome to Begawan. How may we assist you?