Drag

By Ketut Desy

Begawan provides meaningful and free after-school learning experiences for the local community through education programs that combine international and national curricula with an Indonesian and Bali-centric focus. Each learning theme at the Learning Centre always includes materials from Balinese cultural elements so that students participate in learning how to preserve Balinese culture.

In the theme, ‘Money’, one of the topics related to Balinese culture that students learned was about ‘uang kepeng’, an ancient coinage, also known in Bali as ‘pis bolong’ or ‘pis kopong’. Uang kepeng is a metal coin with a hole in the middle and symbols engraved around the edge, often used as an element in religious ceremony offerings.

In November 2021, Eco Warriors were invited to get to know more about various types of uang kepeng and practice its use in cultural traditions in Bali. ‘Kwangen’ is one of the prayers of the Balinese Hindu community that uses uang kepeng as part of the offering.

Dressed in simple traditional attire, 23 Eco Warriors looked elegant as together they learned to make kwangen from banana leaves, colourful flowers, leaf decorations, and coins. Banana leaves were shaped like a cone, then decorated with fan-shaped leaves. Both banana leaves and coconut leaves were assembled and then filled with flowers of various colours, and finally two pieces of uang kepeng were inserted inside the kwangen. In small groups, Eco Warriors helped and learned with each other. The next day, the Eco Warriors searched for information on their tablets about the meaning of kwangen, then they presented their findings to the class. This series of activities made their learning about kwangen a fun activity,  and added a Balinese atmosphere to the Learning Centre.

Penggunaan Uang Kepeng dalam Upacara Adat Bali
Oleh Ketut Desy

Begawan memberikan pengalaman belajar yang bermakna dan gratis bagi masyarakat setempat melalui program pendidikan yang menggabungkan kurikulum internasional dan nasional dengan fokus Indonesia dan Bali. Setiap tema pembelajaran di Pusat Belajar selalu menyertakan materi pembelajaran dari unsur-unsur budaya Bali agar siswa ikut belajar bagaimana melestarikan budaya Bali.

Dalam tema ‘Uang’, salah satu topik terkait budaya Bali yang dipelajari siswa adalah tentang ‘uang kepeng’,  uang kuno, yang juga dikenal di Bali sebagai ‘pis bolong’ atau ‘pis kopong’. Uang kepeng adalah koin logam dengan lubang di tengah dan simbol diukir di tepinya, sering digunakan sebagai persembahan tambahan dalam upacara keagamaan.

Pada November 2021, Pejuang Lingkungan diundang untuk mengenal lebih jauh berbagai jenis uang kepeng dan mempraktekkannya dalam tradisi budaya di Bali. Kwangen adalah salah satu persembahyangan masyarakat Hindu Bali yang menggunakan uang kepeng sebagai bagian dari sesaji.

Mengenakan pakaian tradisional sederhana, 23 Pejuang Lingkungan tampak anggun saat bersama-sama belajar membuat kwangen dari daun pisang, bunga warna-warni, hiasan daun, dan koin. Daun pisang dibentuk seperti kerucut, kemudian dihias dengan daun berbentuk kipas. Baik daun pisang maupun daun kelapa dirangkai kemudian diisi dengan bunga beraneka warna, dan akhirnya dimasukkan dua buah uang kepeng ke dalam kwangen tersebut. Dalam kelompok kecil, Pejuang Lingkungan saling membantu dan belajar.

Keesokan harinya, para Pejuang Lingkungan mencari informasi di tablet mereka tentang arti kwangen, kemudian mereka mempresentasikan temuan mereka di depan kelas. Rangkaian kegiatan ini menjadikan pembelajaran mereka tentang kwangen menjadi kegiatan yang menyenangkan, dan menambah suasana Bali di Pusat Belajar.

× Welcome to Begawan. How may we assist you?