Drag

By Bonita Prasetyo

Mother’s Day in Indonesia is celebrated nationally on December 22. The day was originally intended to commemorate the spirit of Indonesian women. Today, the meaning of Mother’s Day is gradually changing, and it is celebrated by expressing love and gratitude to mothers.

The Mother’s Day celebrations at Begawan Learning Centre lasted for two days. It began with students bringing eggs to take care of during the first day. They were free to name, decorate, and make protective gear to keep their eggs intact until the end of the day. They used some innovative ideas to take care of their eggs. Some made a knotted container in which to carry their eggs easily and safely everywhere, some put them in a plastic cup, some even made a small rattan basket filled with tissue.

However, at the beginning of the day three eggs had already cracked due to a friend’s interference and from holding the eggs too tightly. It was a challenging task for them as they were busy preparing the show for the Mother’s Day celebration the next day. Thankfully, in the end most eggs were safe. One student revealed that through this activity, she became more grateful to her parents as she could understand the care that was needed by parents when bringing up their children.

The next day, we invited parents to come to the Learning Centre. Parents were greeted by students who distributed hand sanitiser and by two students who became MCs. The students then took turns performing Balinese dances and singing a heartwarming song about gratitude to mothers. The performance closed with students giving thank-you letters and flowers to their parents at the Learning Centre. During this event, one parent mentioned that by watching these activities, she felt grateful and loved by her daughter.

Desember: Bulan Penuh Syukur
Oleh: Bonita Prasetyo

Hari Ibu di Indonesia diperingati secara nasional pada tanggal 22 Desember. Hari itu awalnya dimaksudkan untuk memperingati semangat perempuan Indonesia. Hari ini, makna Hari Ibu berangsur-angsur berubah, dan dirayakan dengan mengungkapkan cinta dan terima kasih kepada para ibu.

Perayaan Hari Ibu di Pusat Belajar Begawan berlangsung selama dua hari. Dimulai dengan siswa membawa telur untuk diurus selama hari pertama. Mereka bebas menamai, mendekorasi, dan membuat alat pelindung untuk menjaga telur mereka tetap utuh sampai akhir hari. Mereka menggunakan beberapa ide inovatif untuk merawat telur mereka. Ada yang membuat wadah yang diikat untuk membawa telurnya dengan mudah dan aman kemana-mana, ada yang memasukkannya ke dalam gelas plastik, bahkan ada yang membuat keranjang rotan kecil berisi tisu.

Namun, di awal hari tiga telur sudah pecah karena gangguan teman lain dan karena memegang telur terlalu erat. Itu adalah tugas yang menantang bagi mereka karena mereka sibuk mempersiapkan pertunjukan untuk perayaan Hari Ibu keesokan harinya. Untungnya, pada akhirnya sebagian besar telur selamat. Salah satu siswa mengungkapkan bahwa melalui kegiatan ini, dia menjadi lebih berterima kasih kepada orang tuanya karena dia dapat memahami perawatan yang dibutuhkan orang tua dalam membesarkan anak-anaknya.

Keesokan harinya, kami mengundang orang tua untuk datang ke Pusat Belajar. Orang tua disambut oleh siswa yang membagikan hand sanitiser dan oleh dua siswa yang menjadi MC. Para siswa kemudian bergantian menampilkan tarian Bali dan menyanyikan lagu yang mengharukan tentang rasa terima kasih kepada ibu. Pertunjukan ditutup dengan siswa yang memberikan surat ucapan terima kasih dan bunga kepada orang tua mereka di Pusat Belajar. Dalam acara ini, salah satu orang tua menyebutkan bahwa dengan menonton kegiatan tersebut, ia merasa bersyukur dan dicintai oleh putrinya.

× Welcome to Begawan. How may we assist you?