Drag

By: Ketut Desy

The increasing number of Omicron-type Covid-19 cases in Indonesia required that learning at home be reinstated. Following an appeal from the Ministry of Education and Culture as well as the results of coordination with the Village Head of Melinggih Kelod, Begawan Learning Centre decided to close the centre temporarily and switch to using distance learning. Begawan distance learning lasted for 2 weeks from 7 to 18 February 2022.

Begawan realises that distance learning has its own challenges for students and facilitators. Students are vulnerable to feeling bored and constrained by limited learning support facilities. Begawan strives to continue to provide meaningful and relevant learning to students’ everyday life. Therefore, the education facilitator in Begawan compiled and modified several parts of the Bees and Butterflies thematic program so that it could be easily applied by students at home.

One of the ‘active’ activities carried out by students was to observe the flowers around the house that bees like. Students reported that there were various flowers around their houses, some said there were mini sunflowers, margot, butterfly pea, hibiscus, orchids, and roses. Students then took part in hand pollination to assist in flower reproduction. In the video sent by students in the communication group between Begawan and students, students can be seen wiping the pollen with a cotton bud slowly and transferring the pollen to the pistil of another flower. The practice of hand pollination has previously been studied at the Learning Centre, now was the time for students to apply it at home.

In addition to hand pollination, students also experimented with making hexagon bubbles which could give students an idea of why natural beehives are hexagonal in shape. This experiment was quite challenging, some bubbles burst easily if left too long, so students had to be agile in making bubbles and putting them together to form a hexagon, replacing the bubbles that burst.

To maintain student motivation, learning activities at home are also fun for students. Students drew symbols and wrote the meaning of the symbols. Dewa Ayu Ari, a first grade student, drew some bees flying around the hive. She explained that the meaning of the symbol is that the bee is a hard-working animal and likes to work together with other bees. The meaning of the symbol is interesting and hopefully we can all imitate the good nature of the bee.

In addition to drawing, in online learning students also watched short videos about bees and read fables that gave ideas for students to help each other, being invited to play crossword puzzles and trivia quizzes through the Kahoot application. 

On 18 February 2022, Begawan Learning Centre reopened and now continues to provide a free, meaningful and fun learning experience for students. Stay healthy!

Cegah Pertambahan Kasus Covid-19, Pejuang Lingkungan Terapkan Pembelajaran di Rumah

Oleh: Ketut Desy

Meningkatnya jumlah kasus Covid-19 tipe Omicron di Indonesia mengharuskan pembelajaran di rumah dimulai kembali. Menindaklanjuti himbauan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta hasil koordinasi dengan Kepala Desa Melinggih Kelod, Pusat Belajar Begawan memutuskan untuk menutup sementara dan beralih menggunakan pembelajaran jarak jauh. Pembelajaran jarak jauh begawan berlangsung selama 2 minggu dari tanggal 7 hingga 18 Februari 2022.

Begawan menyadari bahwa pembelajaran jarak jauh memiliki tantangan tersendiri bagi siswa dan fasilitator. Siswa rentan merasa bosan dan terkendala dengan fasilitas penunjang belajar yang terbatas. Begawan berupaya untuk terus memberikan pembelajaran yang bermakna dan relevan dengan kehidupan siswa sehari-hari. Oleh karena itu, fasilitator pendidikan di Begawan menyusun dan memodifikasi beberapa bagian pembelajaran tematik lebah agar mudah diterapkan oleh siswa di rumah.

Salah satu kegiatan ‘aktif’ yang dilakukan siswa adalah mengamati bunga di sekitar rumah yang disukai lebah. Siswa melaporkan bahwa di sekitar rumahnya terdapat berbagai macam bunga, ada yang mengatakan bunga matahari mini, margot, telang, kembang sepatu, anggrek, dan mawar. Siswa kemudian mengambil bagian dalam penyerbukan tangan untuk membantu dalam reproduksi bunga. Dalam video yang dikirim oleh siswa dalam grup komunikasi antara Begawan dan siswa, terlihat siswa menyeka serbuk sari dengan cotton bud secara perlahan dan memindahkan serbuk sari ke putik bunga lain. Praktik penyerbukan tangan yang sebelumnya telah dipelajari di Pusat Belajar, kini saatnya siswa menerapkannya di rumah.

Selain penyerbukan tangan, siswa juga bereksperimen membuat gelembung segi enam yang dapat memberikan gambaran kepada siswa mengapa sarang lebah alami berbentuk heksagonal. Eksperimen ini cukup menantang, beberapa gelembung mudah pecah jika dibiarkan terlalu lama, sehingga siswa harus gesit dalam membuat gelembung dan menyatukannya membentuk segi enam, menggantikan gelembung yang pecah.

Untuk menjaga motivasi siswa, kegiatan belajar di rumah juga menyenangkan bagi siswa. Siswa menggambar simbol dan menuliskan arti dari simbol tersebut. Dewa Ayu Ari, siswa kelas satu, menggambar beberapa lebah yang terbang di sekitar sarang. Dijelaskannya, arti dari simbol tersebut adalah lebah adalah hewan pekerja keras dan selalu suka bekerja sama dengan lebah lainnya. Makna dari lambang tersebut sangat baik, semoga kita semua bisa meniru sifat baik lebah tersebut.

Selain menggambar, dalam pembelajaran online siswa juga menonton video pendek tentang lebah dan membaca fabel yang mengandung pesan agar siswa saling membantu. Untuk meringkas pembelajaran, siswa diajak bermain teka-teki silang dan kuis trivia melalui aplikasi Kahoot.

Pada tanggal 18 Februari 2022, Pusat Belajar Begawan dibuka kembali dan kini terus memberikan pengalaman belajar yang bermakna dan menyenangkan secara gratis bagi siswa. Tetap sehat!

× Welcome to Begawan. How may we assist you?