Drag

By: Ikhsan 

Bali Starlings are more productive in the wild than in captivity, and can breed up to 5 times a year. In the enclosures, pairs may only breed 2-3 times. Begawan selected six single Bali Starlings, at least 1.5 years old, to form a flock in the socialisation enclosure before being released into the wild. In November 2021, Begawan installed the enclosure for pre-release adaptation for the birds at the proposed flock release site in Banjar Bayad, Melinggih Kelod Village. The habituation for a flock takes 2-3 months, much longer than for paired birds.

The foundation also held meetings with the community to discuss access for monitoring of the released birds over a period of time by foundation staff with permission from the local head. Local farmers and communities are also willing to watch out for birds and report any concerns.

On 8 January 2022, all the six young birds were moved from Begawan Breeding Centre to the socialisation enclosure in Banjar Bayad. To ensure all the birds were safe and in good condition, our bird keeper visited the site daily to check on their condition, feed them, and clean inside the enclosure.

Finally on 7 April 2022, Begawan released this flock of free-flying young wild Bali Starlings in Banjar Bayad in an area that is not part of the nesting area of the current wild pairs which are territorially protecting their own areas. Under the supervision of our veterinarian, the Begawan team and members of the local community will monitor the released flock of birds regularly until they settle. Our goal is to increase the population of this critically endangered species and ensure that they are able to fly freely in the wild.

Pelepasliaran Kawanan Burung oleh Begawan

Oleh: Ikhsan

Jalak Bali lebih produktif di alam liar daripada di penangkaran, dan dapat berkembang biak hingga 5 kali dalam setahun. Di penangkaran, pasangan Jalak Bali hanya dapat berkembang biak 2-3 kali. Begawan memilih enam ekor Jalak Bali tunggal, berusia minimal 1,5 tahun, untuk dijadikan kawanan di kandang sosialisasi sebelum dilepasliarkan ke alam liar. Pada November 2021, Begawan memasang kandang untuk adaptasi pra-pelepasliaran burung di lokasi pelepasliaran kawanan di Banjar Bayad, Desa Melinggih Kelod. Habituasi untuk kawanan memakan waktu 2-3 bulan, lebih lama daripada burung berpasangan.

Yayasan juga mengadakan pertemuan dengan masyarakat untuk membahas akses pemantauan burung yang dilepasliarkan selama periode waktu tertentu oleh staf yayasan dengan izin dari kepala desa. Petani dan masyarakat setempat juga bersedia untuk memantau burung dan melaporkan masalah apa pun.

Pada 8 Januari 2022, keenam ekor Jalak Bali tunggal tersebut dipindahkan dari Pusat Penangkaran Begawan ke kandang sosialisasi di Banjar Bayad. Untuk memastikan semua burung aman dan dalam kondisi baik, penjaga burung kami mengunjungi lokasi setiap hari untuk memeriksa kondisi mereka, memberi mereka makan, dan membersihkan di dalam kandang.

Akhirnya pada tanggal 7 April 2022, Begawan melepasliarkan kawanan Jalak Bali muda liar tersebut untuk terbang bebas di Banjar Bayad di area yang bukan merupakan bagian dari area bersarang dari pasangan liar saat ini yang secara teritorial melindungi wilayah mereka sendiri. Di bawah pengawasan dokter hewan kami, tim Begawan dan masyarakat sekitar akan memantau kawanan burung yang dilepasliarkan secara berkala sampai mereka menetap. Tujuan kami adalah untuk meningkatkan populasi spesies yang terancam punah ini dan memastikan bahwa mereka dapat terbang bebas di alam liar.

× Welcome to Begawan. How may we assist you?