Drag

By: Nitya Swastika

Begawan’s Bali Starling Conservation Program was launched in 1999 with the goal of saving this critically endangered bird from extinction. In addition to the local community, the community-based conservation program in Melinggih Kelod Village has also been open to breeders since 2018.

Begawan gives the local community the opportunity to be part of a Bali Starling Foster Parent Project. Since the locals have pride in the Bali Starling as their mascot, they are given the opportunity to embrace ownership and responsibility for the protection of their icon as local breeders. In the project, each local breeder fosters a breeding pair of Bali Starlings. They receive assistance with bird health checks from the foundation and they also have the opportunity to learn during breeder training about Bali Starling conservation.

Evaluation for the Foster Parent Project is conducted during visits conducted by the staff. Begawan evaluates any issues or comments given by the local breeders through open discussion to ensure the birds are healthy, and food and nest materials are available and up to standard.

In March 2022, Asosiasi Basebali became a new member and an extension of Begawan’s Foster Parent Project. Based in Jembrana Regency, the association plans that the captive breeding of the Bali Starlings will be carried out in the Learning Forest they manage, with a team to monitor the birds. In April 2022, Begawan organised a breeders’ training session for Asosiasi Basebali. The team, consisting of nine members, attended a training at the Learning Centre. Conducted by our veterinarian, the training also included a field visit to Begawan’s current members of the Foster Parent Project in Melinggih Kelod and to the release sites where Begawan’s previously-released birds fly freely in the wild.

On 20 April, Begawan veterinarian visited Yehembang Kauh Village in Jembrana for “Awig-awig” socialisation, an instrument of customary law in the Balinese society. The socialisation emphasised how the law plays a major role in supporting the success of the Bali Starling Breeding and Release Program. Thirty-five people, ranging from government officials to members of local community groups, attended the session. The participants fully support the initiation of this program in Yehembang Kauh, and an agreement on bird protection in the village was signed. 

To continue with the collaboration, on Tuesday 3 May 2022, Begawan delivered a Bali Starling enclosure to Yeh Embang Kauh Village where Begawan’s pair will breed. A Bali Starling pair that has been carefully selected by our veterinarian will go to Yeh Embang Kauh, where the offspring of this pair will be released in the village.

Proyek Orang Tua Asuh Jalak Bali Begawan

Oleh: Nitya Swastika

Program Konservasi Jalak Bali Begawan diluncurkan pada tahun 1999 dengan tujuan menyelamatkan burung yang terancam punah ini. Selain masyarakat sekitar, program konservasi berbasis masyarakat di Desa Melinggih Kelod juga sudah dibuka untuk para penangkar sejak tahun 2018.

Begawan memberikan kesempatan kepada masyarakat sekitar untuk menjadi bagian dari Proyek Orang Tua Asuh Jalak Bali. Karena penduduk setempat bangga dengan Jalak Bali sebagai maskot mereka, mereka diberi kesempatan untuk merangkul kepemilikan dan tanggung jawab atas perlindungan ikon mereka sebagai penangkar lokal. Dalam proyek tersebut, masing-masing penangkar lokal menangkarkan sepasang penangkaran Jalak Bali. Mereka mendapat bantuan pemeriksaan kesehatan burung dari yayasan dan mereka juga berkesempatan belajar selama pelatihan penangkar tentang konservasi Jalak Bali.

Evaluasi untuk Proyek Orang Tua Asuh Asuh dilakukan selama kunjungan yang dilakukan oleh staf. Begawan mengevaluasi setiap masalah atau komentar yang diberikan oleh penangkar lokal melalui diskusi terbuka untuk memastikan burung sehat, dan bahan makanan dan sarang tersedia dan sesuai standar.

Pada Maret 2022, Asosiasi Basebali menjadi anggota baru dan perpanjangan dari Proyek Orang Tua Asuh Asuh Begawan. Berbasis di Kabupaten Jembrana, asosiasi berencana penangkaran Jalak Bali akan dilakukan di Hutan Belajar yang mereka kelola, dengan tim untuk memantau burung-burung tersebut. Pada April 2022, Begawan menyelenggarakan pelatihan penangkaran untuk Asosiasi Basebali. Tim yang beranggotakan sembilan orang itu mengikuti pelatihan di Pusat Belajar. Dilakukan oleh dokter hewan kami, pelatihan ini juga mencakup kunjungan lapangan ke Proyek Orang Tua Asuh Begawan saat ini di Melinggih Kelod dan ke lokasi pelepasliaran di mana burung Begawan yang sebelumnya dilepasliarkan terbang bebas di alam liar.

Pada tanggal 20 April, dokter hewan Begawan mengunjungi Desa Yehembang Kauh di Jembrana untuk sosialisasi “Awig-awig”, sebuah instrumen hukum adat dalam masyarakat Bali. Sosialisasi tersebut menekankan bagaimana hukum berperan besar dalam mendukung keberhasilan Program Penangkaran dan Pelepasliaran Jalak Bali. Tiga puluh lima orang, mulai dari pejabat pemerintah hingga anggota kelompok masyarakat setempat, menghadiri sesi tersebut. Para peserta mendukung penuh inisiasi program ini di Yehembang Kauh, dan kesepakatan tentang perlindungan burung di desa telah ditandatangani.

Untuk melanjutkan kerjasama tersebut, pada Selasa 3 Mei 2022, Begawan menyerahkan kandang Jalak Bali ke Desa Yeh Embang Kauh tempat pasangan burung milik Begawan akan dikembangbiakkan. Sepasang Jalak Bali yang telah diseleksi dengan cermat oleh dokter hewan kami akan dibawa ke Yeh Embang Kauh, di mana keturunan dari pasangan ini akan dilepasliarkan di sana.

× Welcome to Begawan. How may we assist you?