Drag

By: Devi Devanthi

Karate is a Japanese martial art which is well-known across the globe for its emphasis on physical and mental discipline. It is a form of martial art which can be used for self-defence. Karate features some impressive movements of powerful punches, kicks, and blocks. Begawan has been providing karate lessons for the Eco Warriors by collaborating with Bobo, a black belt holder in karate who also lives in Payangan. The karate lesson is held on Saturdays at Begawan Learning Centre. During the lesson, the students learn to perform katas, groups of choreographed movements that often include kicks and punches. Katas are memorised and practised solo or in groups prior to sparring with opponents.

On Sunday 17 April, ten students joined Karate Belt Graduation which was held by Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki) at Pusat Pemerintahan (PUSPEM) Payangan. These ten students included Gek Ami, Gek Sinta, and Kadek Agus who were yellow belt holders, and Wayan, Devi, Ayunda, Sangtu, Dhiky, Nindia, and Luh Sri who were white belt holders. They joined this event in order to achieve higher belt status. This event drew a large crowd and many participants since it was open for anyone who is passionate about learning karate.

Before the exam began, the participants were asked to do some stretching together for safety reasons. Then, they were given extra time to practise their katas within groups. The katas for each belt were different from one another in terms of difficulty level. Since there were plenty of participants, each of them was given a number which would be their identity during the exam. The evaluation of students’ katas was conducted by the Sensei, masters in karate who have held black belts for a long time.

After being assessed by the Sensei, the event moved on to the next schedule, sparring. This sparring was not only meant for older participants who had higher belts, but also younger participants who wished to try it. One of our students, Gek Sinta, decided to battle Bobo’s younger sister and succeeded in obtaining a few points. 

Later that day, it was declared that they all passed the belt graduation and succeeded in earning higher belts. The yellow belt holders achieved their green belts, while the white belt holders achieved their yellow belts. We are very proud of each student who participated in this event, and we sincerely congratulate the students who have passed the exam.

Kelulusan Sabuk Karate

Oleh: Devi Devanthi

Karate adalah seni bela diri Jepang yang terkenal di seluruh dunia karena penekanannya pada disiplin fisik dan mental. Ini adalah bentuk seni bela diri yang dapat digunakan untuk pertahanan diri. Karate menampilkan beberapa gerakan pukulan, tendangan, dan blok yang mengesankan. Begawan telah memberikan pelajaran karate untuk Pejuang Lingkungan dengan berkolaborasi dengan Bobo, pemegang sabuk hitam karate yang juga tinggal di Payangan. Pelajaran karate diadakan pada hari Sabtu di Pusat Belajar Begawan. Selama pelajaran, siswa belajar untuk melakukan katas, kelompok gerakan koreografi yang sering mencakup tendangan dan pukulan. Kata-kata dihafal dan dipraktikkan secara solo atau dalam kelompok sebelum bertanding dengan lawan.

Pada Minggu, 17 April, sepuluh siswa mengikuti Kelulusan Sabuk Karate yang diselenggarakan Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) di Pusat Pemerintahan (PUSPEM) Payangan. Kesepuluh siswa tersebut antara lain Gek Ami, Gek Sinta, dan Kadek Agus yang merupakan pemegang sabuk kuning, serta Wayan, Devi, Ayunda, Sangtu, Dhiky, Nindia, dan Luh Sri yang merupakan pemegang sabuk putih. Mereka bergabung dalam acara ini untuk mencapai status sabuk yang lebih tinggi. Acara ini menarik banyak pengunjung dan banyak peserta karena terbuka bagi siapa saja yang ingin belajar karate.

Sebelum ujian dimulai, para peserta diminta untuk melakukan peregangan bersama demi alasan keamanan. Kemudian, mereka diberi waktu ekstra untuk berlatih Karate kata mereka dalam kelompok. Karate kata untuk setiap sabuk berbeda satu sama lain dalam hal tingkat kesulitan. Karena pesertanya banyak, masing-masing diberi nomor yang akan menjadi identitas mereka saat ujian. Evaluasi katas siswa dilakukan oleh Sensei, master karate yang telah memegang sabuk hitam untuk waktu yang lama.

Setelah dinilai oleh Sensei, acara berlanjut ke jadwal selanjutnya yaitu sparring. Sparring ini tidak hanya diperuntukkan bagi peserta yang lebih tua yang memiliki sabuk lebih tinggi, tetapi juga peserta yang lebih muda yang ingin mencobanya. Salah satu siswa kami, Gek Sinta, memutuskan untuk melawan adik perempuan Bobo dan berhasil mendapatkan beberapa poin.

Kemudian pada hari itu, dinyatakan bahwa mereka semua lulus kelulusan sabuk dan berhasil mendapatkan sabuk yang lebih tinggi. Pemegang sabuk kuning meraih sabuk hijau, sedangkan pemegang sabuk putih meraih sabuk kuning. Kami sangat bangga kepada setiap siswa yang berpartisipasi dalam acara ini, dan kami dengan tulus mengucapkan selamat kepada siswa yang telah lulus ujian.

× Welcome to Begawan. How may we assist you?