Drag

By: Ketut Desy

One of the educational visions at the Begawan Learning Centre is to foster an entrepreneurial mindset in students. The foundation has initiated an entrepreneur program that gives students the opportunity to learn and directly practice their business awareness. This program implements the same pedagogical principles at the Learning Centre: student-centred, conservation-based, and Learning by Doing.

On 1 April 2022, six students who are interested in cricket farming formed a small group. The decision to raise crickets was based on the students’ sensitivity to the surrounding environment and the demand for protein-rich crickets to feed the Bali Starlings bred by Begawan Breeding and Release Centre. The students concluded that there is an opportunity to sell crickets and turn it into a small business.

Using the computer and tablet facilities provided by Begawan, the cricket raising team researched the life of crickets, how to raise crickets, the nutritional content of crickets, and cricket products sold in the market. This team also enriched their knowledge by learning directly from a cricket farmer, an expert in raising crickets.

On 29 March, the members of the cricket raising team visited a cricket farm in Belega Village, Gianyar. During the visit, they interviewed the cricket farmer, and asked how to raise crickets, an appropriate place to raise them, and how to sell them. Students also passed a challenge to actually hold adult crickets and move them into a breeding box. This breeding box was then brought to Begawan’s Learning Centre to continue the breeding process.

After going through the egg incubation phase for approximately two weeks, the baby crickets began to hatch. The cricket raising team carefully moved the new-borns to a rearing container and was amazed by how tiny baby crickets are. The team monitors the baby crickets every day, provides food and liquids, arranges egg cartons for the crickets to hide under, protects the baby crickets from predators, and observes their growth.

Currently, the baby crickets at the Learning Centre are 21 days old on average and are about 7-10mm in size. The cricket raising team will continue to care for them until they grow into adult crickets, then they will be sold or processed into nutritious food.

Menumbuhkan Pola Pikir Kewirausahaan Melalui Program Budidaya Jangkrik

Oleh: Ketut Desy

Salah satu visi pendidikan di Pusat Belajar Begawan adalah menumbuhkan pola pikir kewirausahaan pada siswa. Yayasan ini telah memprakarsai program wirausaha yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar dan mempraktekkan secara langsung kesadaran bisnis mereka. Program ini menerapkan prinsip-prinsip pedagogis yang sama di Pusat Belajar: berpusat pada siswa, berbasis konservasi, dan Learning by Doing.

Pada 1 April 2022, enam siswa yang berminat bertani jangkrik membentuk kelompok kecil. Keputusan beternak jangkrik didasarkan pada kepekaan siswa terhadap lingkungan sekitar dan permintaan jangkrik kaya protein untuk pakan Jalak Bali yang diternakkan oleh Pusat Penangkaran dan Pelepasliaran Begawan. Para siswa menyimpulkan bahwa ada peluang untuk menjual jangkrik dan mengubahnya menjadi usaha kecil.

Menggunakan fasilitas komputer dan tablet yang disediakan oleh Begawan, tim budidaya jangkrik meneliti kehidupan jangkrik, cara beternak jangkrik, kandungan nutrisi jangkrik, dan produk jangkrik yang dijual di pasaran. Tim ini juga memperkaya pengetahuan mereka dengan belajar langsung dari seorang petani jangkrik yang ahli dalam beternak jangkrik

Pada tanggal 29 Maret, anggota tim budidaya jangkrik mengunjungi peternakan jangkrik di Desa Belega, Gianyar. Dalam kunjungan tersebut, mereka mewawancarai petani jangkrik, menanyakan cara beternak jangkrik, tempat yang cocok untuk memeliharanya, dan cara menjualnya. Siswa juga melewati tantangan untuk benar-benar memegang jangkrik dewasa dan memindahkannya ke dalam kotak penangkaran. Kotak penangkaran ini kemudian dibawa ke Pusat Belajar Begawan untuk melanjutkan proses penangkaran.

Setelah melalui fase inkubasi telur selama kurang lebih dua minggu, bayi jangkrik mulai menetas. Tim pemeliharaan jangkrik dengan hati-hati memindahkan bayi-bayi yang baru lahir ke wadah pemeliharaan dan kagum dengan betapa kecilnya bayi jangkrik. Tim memantau bayi jangkrik setiap hari, menyediakan makanan dan cairan, mengatur karton telur untuk jangkrik bersembunyi di bawah, melindungi bayi jangkrik dari pemangsa, dan mengamati pertumbuhannya.

Saat ini, bayi jangkrik di Pusat Belajar rata-rata berusia 21 hari dan berukuran sekitar 7-10 mm. Tim pemeliharaan jangkrik akan terus merawatnya hingga tumbuh menjadi jangkrik dewasa, kemudian akan dijual atau diolah menjadi makanan bergizi.

× Welcome to Begawan. How may we assist you?