Drag

Begawan, yang terletak di Bali tengah, baru-baru ini menunjukkan komitmennya terhadap praktik berkelanjutan dan pengelolaan lingkungan dengan berpartisipasi dalam Ubud Food Festival yang terkenal. Didirikan pada tahun 2015, Festival ini merupakan proyek tahunan utama Yayasan Mudra Swari Saraswati. Acara ini memiliki visi untuk memperkaya kehidupan masyarakat Indonesia melalui program komunitas dan budaya.

Banyak orang mengunjungi stan Begawan di Ubud Food Festival 2023 dan tertarik dengan inisiatif kami.

Ubud Food Festival adalah petualangan kuliner lintas budaya selama tiga hari dengan makanan Indonesia sebagai bintangnya. Memamerkan keanekaragaman kuliner Indonesia, koki-koki inovatif dan hasil lokal yang luar biasa selalu menjadi inti dari UFF. Setiap tahun, festival ini menyambut penonton dan koki-koki dari dekat dan jauh untuk belajar tentang Indonesia melalui masakan mereka. Meskipun hujan turun, antusiasme para pengunjung tetap tinggi.

Sintia (Begawan) menyajikan Beras Warisan Mansur dan kisah Begawan pada acara makan siang di Meja Panjang.

Kesehatan Tanah: Dasar Pertanian Berkelanjutan

Festival tahun ini berpusat pada pentingnya tanah sebagai asal mula rantai makanan kita. Begawan, dengan fokus kuat pada kesehatan tanah dan teknik pertanian regeneratif, menunjukkan pentingnya merawat bumi untuk panen yang melimpah. Dengan mengolah tanah yang kaya nutrisi dan menghindari bahan kimia berbahaya, Begawan bersama petani-petaninya tidak hanya mempromosikan kesejahteraan tanaman mereka tetapi juga berkontribusi pada ekosistem secara keseluruhan.

Selain itu, dedikasi Begawan untuk konservasi Jalak Bali menandakan upayanya dalam melindungi dan mengembalikan keanekaragaman hayati pulau tersebut. Dengan menggabungkan kesehatan tanah, pertanian regeneratif, konservasi satwa liar, dan pendidikan masyarakat, Begawan menunjukkan bagaimana tindakan yang saling terhubung dapat menciptakan ekosistem yang berkembang, menjamin masa depan yang lebih baik bagi kita semua.

Sintia (Begawan) menjadi salah satu pembicara tamu dalam acara Food for Thought: Champions of the Rice Paddy.

Kerajinan Pertanian Bali: Tantangan dan Kompleksitas

Begawan juga berpartisipasi sebagai panelis dalam acara Food for Thought: Champions of the Rice Paddy, di mana kami bergabung dengan The Learning Farm dari Cianjur, Jawa Barat. Melalui kesempatan ini, Sintia, sebagai Manajer di Begawan, menyampaikan pentingnya pertanian di Bali dan membahas tantangan-tantangan kompleks yang sesuai dengan konteks dalam melestarikan warisan pertanian. Dengan sawah-sawah padi sebagai warisan kuno pulau ini dan daya tarik utama pariwisata, Begawan menekankan kebutuhan kritis untuk melindungi sumber daya tak ternilai ini dan biji-bijian warisan lokal yang berkembang di dalamnya. Menyeimbangkan pelestarian dengan tuntutan modern telah menjadi teka-teki rumit yang harus dipecahkan oleh Begawan.

Pak Neraka, salah satu petani lokal Begawan, membawa gugusan padi yang telah dipanen.

Perjalanan Menuju Pertanian Regeneratif

Menyelami esensi dari lanskap pertanian Bali, Begawan memulai misi transformasional – inisiatif pertanian regeneratif berbasis masyarakat. Sintia berbagi perjalanan berat tetapi menggairahkan Begawan, bekerja sama dengan petani lokal dalam pergeseran mereka menuju praktik berkelanjutan untuk menghidupkan kembali budaya beras warisan. Melalui upaya mereka, organisasi ini berusaha untuk menyatukan tradisi dan profitabilitas, menjadikan pertanian padi sebagai profesi yang berkembang dan terhormat bagi para petani.

Beras Warisan Mansur dari Bali.

Meningkatkan Kesadaran: Dari Hasil Murah Hingga Kebanggaan Warisan

Beras, sering kali dikaitkan dengan makanan pokok yang sederhana dan murah, menjadi pusat perhatian di Ubud Food Festival. Dengan pesan penting, Begawan memulai gerakan, mendorong penonton untuk merayakan makanan warisan mereka dan mengadopsi praktik berkelanjutan. Dengan menyoroti dampak mendalam dari aktivitas konsumsi kita terhadap bumi dan masyarakatnya, organisasi ini mengilhami rasa kebanggaan akan warisan budaya Bali dan kebutuhan mendesak akan pilihan yang bertanggung jawab.

Lokasi Begawan untuk pertanian regeneratif di Melinggih Kelod, Payangan.

Di ladang-ladang padi yang luas di Bali, sebuah cerita luar biasa terungkap – tentang tekad tak tergoyahkan Begawan untuk menumbuhkan masa depan berkelanjutan yang berakar pada tradisi kuno. Melalui inisiatif pertanian regeneratif berbasis masyarakat mereka, Begawan tidak hanya menghidupkan kembali beras warisan tetapi juga memulihkan lanskap pertanian, memberdayakan petani lokal, dan menyentuh hati mereka yang menghargai warisan kaya Bali. Dengan pesan mereka yang mencapai jauh dan luas, Begawan memanggil kita semua untuk memeluk tanggung jawab kita terhadap bumi, menikmati cita rasa masa lalu, dan membentuk masa depan di mana keberlanjutan dan kebanggaan budaya berpadu harmonis.

× Welcome to Begawan. How may we assist you?