Drag

Nyepi adalah perayaan Hindu yang diamati oleh semua orang Bali. Ini juga dikenal sebagai “Hari Keberdiaman” dan menandai awal Tahun Baru Bali. Sebelum Nyepi, ada beberapa ritual dan upacara penting yang terjadi di Bali.

Melasti: Upacara Pembersihan Sebelum Nyepi

Dua hari sebelum Nyepi, orang-orang Bali mulai mempersiapkan perayaan dengan melakukan serangkaian ritual dan upacara pembersihan. Aktivitas ini dikenal sebagai upacara “Melasti”. Tujuan dari upacara ini adalah untuk membersihkan dan menyucikan pikiran, tubuh, dan jiwa, serta memohon maaf atas segala kesalahan.

Selama Melasti, orang Bali akan berkumpul di pantai atau sungai untuk melakukan ritual penyucian dengan mencuci diri dan objek suci mereka, seperti patung dan persembahan, di air suci. Ini biasanya dilakukan pada pagi hari, dan prosesi ini dapat cukup berwarna-warni dan meriah, dengan orang-orang yang berpakaian tradisional Bali.

Hari Pengrupukan: Membersihkan Pulau dari Energi Negatif

Setelah upacara Melasti, orang Bali akan mulai mempersiapkan perayaan Nyepi itu sendiri. Ini termasuk Hari Pengrupukan, sebuah ritual Hindu yang dilakukan pada hari sebelum Nyepi. Hari Pengrupukan juga dikenal sebagai “Tawur Kesanga” atau “Bhuta Yajna,” dan ini adalah waktu ketika orang Bali mencari untuk membersihkan pulau dari roh jahat dan energi negatif sebelum dimulainya tahun baru.

Pengrupukan Day in Melinggih Kelod Village
Hari Pengrupukan di Desa Melinggih Kelod

Ogoh-Ogoh: Membakar Patung Iblis

Prosesi biasanya berakhir di lokasi pusat, di mana upacara malam hari yang menampilkan “ogoh-ogoh” dilakukan. Ogoh-ogoh adalah patung raksasa yang mewakili iblis dan energi negatif, dan perayaan yang ramai di jalan-jalan dan pembakaran patung ini dipercayai melambangkan eliminasi kekuatan negatif ini dari pulau.

Ogoh-Ogoh

Catur Brata Penyepian: Empat Pelarangan Nyepi

Selama Nyepi, ada adat dan peraturan yang perlu kita perhatikan. Ini merujuk pada Catur Brata Penyepian yang merupakan serangkaian empat pelarangan yang diikuti oleh orang Bali selama Nyepi. Empat pelarangan ini adalah:

Amati Geni: Pelarangan Api dan Cahaya – Selama Nyepi, orang Bali tidak diizinkan menyalakan api, menyalakan lampu, atau menggunakan perangkat elektronik. Tujuan dari pelarangan ini adalah untuk menghilangkan segala jenis polusi atau gangguan yang dapat mengganggu ketenangan Nyepi.

Amati Karya: Pelarangan Pekerjaan dan Aktivitas – Orang Bali tidak diizinkan bekerja atau melakukan kegiatan apa pun pada Nyepi. Ini termasuk memasak, mengemudi, dan bentuk pekerjaan lainnya. Tujuan dari pelarangan ini adalah untuk mendorong introspeksi, meditasi, dan refleksi diri.

Amati Lelungan: Larangan Bepergian – Orang Bali tidak diperbolehkan meninggalkan rumah atau melakukan perjalanan selama Nyepi. Tujuan dari larangan ini adalah untuk menjaga keheningan dan ketenangan sepanjang hari.

Amati Lelanguan: Larangan Hiburan – Orang Bali tidak diperbolehkan mengikuti hiburan apapun selama Nyepi. Ini termasuk memainkan musik, menonton televisi, dan bentuk hiburan lainnya. Tujuan dari larangan ini adalah untuk mendorong introspeksi dan praktik spiritual.

Menjalani Nyepi: Menghormati Adat dan Aturan Bali

Sangat penting untuk bekerja sama dengan otoritas setempat dan mengikuti instruksi mereka untuk memastikan perayaan Nyepi berjalan dengan damai dan sukses. Dengan mempersiapkan diri untuk Hari Nyepi sebelumnya dan menghormati adat dan aturan, kita dapat menikmati pengalaman budaya yang unik dan bermakna di Bali. (Anik Kristina)

× Welcome to Begawan. How may we assist you?