Drag

Di Pusat Belajar Begawan, siswa-siswa kami mempelajari betapa pentingnya keanekaragaman hayati dan bagaimana hal ini mempengaruhi kehidupan manusia dan hewan. Mereka menyadari bahwa keanekaragaman hayati bukan hanya menjaga ekosistem agar berfungsi dengan efisien, memberikan layanan seperti air bersih, penyerbukan, dan regulasi iklim, tetapi juga bisa menjadi sumber potensi inovasi dalam bidang seperti kedokteran dan pertanian.

Fasilitator memberikan panduan kepada siswa sebelum memulai kegiatan.

Merawat Tumbuhan Asli di Secret Forest

Sebagai bagian dari komitmen kami untuk menjaga keanekaragaman hayati, kami membawa siswa-siswi kami untuk mengenal dan merawat tumbuhan asli melalui kunjungan singkat ke Secret Forest di Payangan. Di sana, mereka melihat banyak tumbuhan asli yang tumbuh subur. Tumbuhan-tumbuhan ini memiliki hubungan yang erat dengan ekosistem dan budaya lokal, berperan sebagai penjaga keanekaragaman hayati dan warisan budaya. Pengalaman semacam ini memberikan kekuatan kepada siswa-siswa kami untuk menjadi pejuang lingkungan, membentuk ikatan yang kuat dengan alam, dan membimbing mereka menuju masa depan yang lebih berkelanjutan.

Siswa mencari nama-nama tanaman berdasarkan peta.

Para siswa kami dibagi menjadi tiga kelompok dan dibekali dengan peta yang menunjukkan lokasi tanaman yang telah ditandai sebelumnya. Mereka sangat bersemangat untuk memulai pencarian dan menemukan tanaman-tanaman ini. Tanaman-tanaman tersebut tersebar di tiga area yang berbeda: area kolam, halaman, dan taman. Setiap area memiliki beragam jenis tumbuhan asli yang menarik untuk diidentifikasi.

Perjalanan ke Secret Forest

Para siswa menjelajahi alam dan melihat tanaman-tanaman yang ada di sana. Mereka tidak hanya melihat bentuk dan warna daunnya, tetapi juga melihat bagaimana akarnya tumbuh, bunga dan buahnya seperti apa, serta tekstur menarik yang ada pada tanaman-tanaman ini. Mereka dibantu oleh peta yang menunjukkan di mana tanaman-tanaman ini berada. Setiap kelompok siswa bertanggung jawab untuk meletakkan papan informasi di dekat tanaman yang mereka temukan, dan mereka juga belajar lebih banyak tentang nama dan ciri-ciri khusus dari setiap tanaman tersebut.

Setelah mereka menemukan tanaman, mereka dengan tegas meletakkan papan tersebut ke dalam tanah.

Selama ekspedisi ini, siswa-siswa kami memasuki dunia ilmu botani. Mereka belajar tentang nama-nama ilmiah, nama dalam bahasa Inggris, nama dalam bahasa Indonesia, dan nama lokal dari tanaman-tanaman yang mereka temui. Sebagai contoh, mereka belajar bahwa Helminthostachys Zeylanica juga dikenal dengan nama ilmiah Entada phaseoloides (L.) Merr., dan memiliki nama-nama dalam bahasa Indonesia seperti Tunjuk Langit dan Pancar Bumi. Mereka juga mengidentifikasi banyak tanaman asli lainnya, termasuk Baccaurea racemosa, Croya, Magnolia, Stelechocarpus burahol, Jati, Lily Of The Valley, veneer, dan Ylang-ylang. Pada hari itu, sekitar 50 tanaman berhasil diidentifikasi dan diamati, menampilkan berbagai bentuk pertumbuhan, mulai dari tanaman yang berbuah hingga jenis kayu dan semak.

Siswa menikmati waktu mereka di Secret Forest setelah kegiatan.

Memfasilitasi Perkembangan Menyeluruh Siswa

Kegiatan ini tidak hanya tentang mengenal tumbuhan. Ini juga mengajarkan kepada para siswa tentang pentingnya bekerja sama dan bekerja sebagai tim. Mereka berdiskusi, berbagi informasi tentang tumbuhan, membagi tugas dengan efisien, dan bekerja sama saat menjelajahi hutan dengan bantuan peta tanaman. Ketika kami memikirkan kembali pengalaman belajar lapangan ini, kami diingatkan betapa berpengaruhnya pengalaman belajar langsung ini dalam perkembangan menyeluruh pribadi siswa kami. Kami sangat bersemangat untuk menjalani petualangan lain seperti ini, yang akan terus membangkitkan rasa ingin tahu dan cinta terhadap pembelajaran sepanjang hidup.

Pada akhir kegiatan, siswa berkumpul dalam lingkaran dan meninjau apa yang mereka pelajari pada hari itu.
× Welcome to Begawan. How may we assist you?