Drag

Para siswa di Pusat Belajar Begawan menyelami dunia menarik serangga dalam tema Kisah-kisah Satwa mereka. Pengalaman belajar yang mendalam ini membawa mereka dalam perjalanan melalui kehidupan rumit makhluk menarik ini, menjelajahi anatomi mereka, karakteristik unik, peran dalam ekosistem, siklus hidup, metamorfosis, dan bahkan produk berharga yang mereka sediakan bagi manusia. Dengan mengaktifkan indra mereka dan terlibat dalam kegiatan praktis, para siswa memulai eksplorasi bermakna, pengalaman, dan relevan tentang kerajaan serangga.

Menjelajahi Serangga dengan Mendekat

Petualangan dimulai saat para siswa menjelajah sekitar pusat pembelajaran, mengumpulkan serangga kecil untuk diperiksa di bawah mikroskop. Melalui pengamatan langsung, mereka menyaksikan fitur-fitur luar biasa dari makhluk-makhluk ini secara langsung. Pembagian kepala, thoraks, dan abdomen menjadi nyata, sementara enam kaki, beberapa di antaranya dihiasi dengan bulu-bulu halus, menimbulkan kekaguman. Dengan pengetahuan baru ini, para siswa menjadi terampil dalam membedakan serangga dari arthropoda lain, seperti laba-laba.

Facilitator guides students on how to examine insect details  with a microscope
Fasilitator memandu siswa-siswi bagaimana untuk memeriksa detil serangga melalui mikroskop.

Membuat Lilin Beeswax

Setelah menguasai anatomi serangga, para pembelajar muda kami memulai ekspedisi berikutnya, menggunakan sumber daya luar biasa yang disediakan oleh lebah: lilin beeswax. Terlibat dalam proses tersebut, para siswa dengan antusias membantu memotong beeswax menjadi potongan-potongan kecil untuk mempercepat pelelehan. Dengan menggunakan metode double boiler, mereka hati-hati melelehkan lilin di atas panci berisi air mendidih. Setelah meleleh, minyak esensial wangi seperti lavender, mawar, sereh, dan kembang sepatu menyatu dengan campuran tersebut. Dengan penuh perhatian, cairan harum dituangkan ke dalam cetakan yang dilengkapi dengan sumbu. Setelah periode pengerasan singkat, lilin beeswax buatan mereka siap menyala. Usaha kreatif ini memungkinkan anak-anak menerapkan pengetahuan mereka secara praktis, memunculkan perasaan pencapaian.

Students pouring the beeswax candle to the glasses.
Students pouring the beeswax candle to the glasses.

Menumbuhkan Taman Ramah Lebah

Lebih dari sekadar teori, kegiatan komprehensif ini memperkenalkan kepedulian terhadap lingkungan. Para siswa membawa bunga dari rumah mereka sendiri untuk menciptakan habitat ramah lebah di sekitar pusat pembelajaran. Dengan aktif berpartisipasi dalam budidaya lingkungan yang menyehatkan, anak-anak belajar tentang hubungan yang saling terkait antara serangga dan dunia alam. Penambahan sarang lebah memperkuat komitmen mereka untuk mendorong ekosistem berkelanjutan bagi para penyerbuk penting ini.

Penemuan Menarik di Sarang Lebah

Selama pengamatan sarang lebah mereka, para siswa menemukan hal menarik. Salah satu sarang telah ditinggalkan karena kerusakan oleh rayap, tetapi sisa-sisa sarang madu masih ada, memperlihatkan struktur yang rumit. Sebaliknya, sarang lebah lainnya penuh dengan koloni yang utuh. Karena masih terlalu dini untuk mengumpulkan madu, para siswa memilih untuk meninggalkan sarang ini tanpa gangguan, karena koloninya masih kecil dan berpotensi untuk berkembang.

Kotak sarang lebah di lokasi Sawah Begawan.

Melalui pendekatan komprehensif ini, para siswa melibatkan indra mereka, mengubah pengalaman belajar mereka menjadi petualangan yang tak terlupakan. Pengetahuan yang diperoleh menjadi dasar yang kokoh dan jembatan menuju penemuan-penemuan masa depan. Kami berharap bahwa kegiatan-kegiatan ini meninggalkan dampak yang tak terhapuskan di pikiran para siswa, mendorong mereka untuk mengejar ilmu pengetahuan seumur hidup.

× Welcome to Begawan. How may we assist you?