Drag

Bali memiliki sejarah pertanian yang panjang dan kaya, dengan sistem irigasi Subak yang tradisional yang berasal dari lebih dari seribu tahun yang lalu. Namun, penggunaan agrokimia secara intensif dalam pertanian padi konvensional telah menyebabkan kerusakan yang signifikan pada tanah, lingkungan, dan sistem ekologi yang lebih luas, serta membuat petani sangat bergantung pada bahan kimia. Kelebihan agrokimia dibawa oleh air Subak dan masuk ke laut, menghancurkan terumbu karang di laut.

Sistem Penyaringan Air: Solusi Berkelanjutan untuk Pertanian Padi Bali

Untuk mengatasi masalah ini, Begawan telah berkomitmen untuk praktik pertanian regeneratif. Salah satu cara yang kami lakukan adalah dengan menggunakan sistem penyaringan air yang efisien dan berfungsi dengan baik. Pada bulan September 2022, yayasan menginvestasikan dalam sistem penyaringan air kompleks untuk Subak yang mengairi sawah petani.

Sistem penyaringan air termasuk tangki sedimentasi dengan eceng gondok yang mengapung, yang menyerap dan mencerna polutan dalam air Subak. Saat air mengalir perlahan melalui sistem, partikel tersuspensi difilter, dan lapisan padatan yang terakumulasi, disebut lumpur, terbentuk di dasar tangki dan secara berkala diangkat.

Air kemudian mengalir ke dalam tangki penyaringan batuan vulkanik, yang bertindak sebagai filter alami untuk bakteri. Batu lava memiliki permukaan yang kasar yang menahan bakteri dan memiliki luas permukaan yang besar untuk bakteri berkembang biak. Dari tangki batu vulkanik, air mengalir ke dalam dua tangki penyaringan dengan kerikil dan tanaman alami seperti vetiver, bulrush, dan pteris vittata. Tanaman ini menyerap logam berat dan bahan kimia dalam air, dengan pteris vittata dikenal sebagai hiperakumulator arsenik.

Akhirnya, air yang telah disaring mengalir ke dalam kolam ikan, yang berfungsi sebagai indikator biologis bahwa air tersebut bebas dari bahan kimia. Ikan juga memakan larva nyamuk, memberikan cara alami untuk mengendalikan populasi nyamuk. Kolam ikan dilengkapi dengan ikan pembersih/pleco, nila, dan nyalian bali (rasbora baliensis) dan dikelilingi oleh teratai mengapung, bunga teratai, dan eceng gondok. Tanaman ini juga memberi makan ikan, mengembangkan plankton untuk ikan memakan.

Pertanian Regeneratif sebagai Solusi Berkelanjutan untuk Pertanian Padi Bali

Sistem penyaringan air telah dirancang dengan hati-hati untuk memastikan bahwa air yang masuk ke sawah padi sebersih mungkin dari bahan kimia. Ini adalah tugas pemantauan yang berkelanjutan, dengan pengujian air dilakukan secara teratur untuk memantau efektivitas sistem. Setelah menjalankan filter selama tiga bulan, pengujian air akan dilakukan pada air Subak mentah dan lagi di kolam sebelum mencapai sawah padi. Pengujian ini akan dilakukan secara teratur.

Secara keseluruhan, sistem penyaringan air Begawan adalah solusi yang berkelanjutan dan inovatif untuk masalah polusi agrokimia di Bali. Dengan menggunakan metode penyaringan alami, seperti eceng gondok, batu gunung berapi, dan tanaman alami, serta menggabungkan kolam ikan sebagai indikator biologis, yayasan dapat memastikan bahwa air yang masuk ke sawah padi aman bagi lingkungan dan petani. Sistem ini memainkan peran penting dalam penciptaan air bersih untuk pertanian bebas bahan kimia, dan seharusnya direplikasi di daerah lain yang menghadapi tantangan serupa. (Adrian)

× Welcome to Begawan. How may we assist you?