Drag

Memperkenalkan konsep biomimikri dan aplikasinya dalam teknik, Pusat Belajar Begawan mengadakan pelajaran tematik tentang biomimikri, memberikan kesempatan kepada siswa berusia 8-12 tahun untuk bereksperimen dengan aplikasi biomimikri dalam berbagai pengaturan, termasuk teknik.

Belajar dari Alam: Bagaimana Sayap Burung Hantu Menginspirasi Peningkatan Kipas Tangan

Selama kelas, para siswa belajar bagaimana menerapkan konsep biomimikri pada desain kipas tangan. Mereka menemukan bahwa kipas tangan konvensional seringkali bising dan tidak efisien. Untuk mencari inspirasi untuk memecahkan masalah ini, para siswa menonton video tentang fitur unik burung hantu, yang dikenal karena terbangnya yang hening dibandingkan dengan terbang burung lainnya. Dengan pengetahuan ini, para siswa dapat meniru desain sayap burung hantu untuk memodifikasi kipas tangan mereka, agar menjadi lebih efisien dan tenang.

Untuk membuat kipas tangan yang dimodifikasi, para siswa menggunakan stik es krim, botol plastik, lem, tusuk sate, tali, dan kertas. Mereka menempelkan dua stik es krim bersama dalam bentuk silang dan menaruh tusuk sate di tengahnya. Mereka kemudian membuat lubang kecil di tengah botol plastik dan menjalankan tali melaluinya, menggulung tali ke tengah tusuk sate. Menarik tali menyebabkan tusuk sate berputar, menggerakkan bilah kipas dan menciptakan angin. Para siswa menerapkan prinsip biomimikri ini untuk memodifikasi bilah kipas yang terinspirasi oleh sayap burung hantu menggunakan kertas, lalu merevisi uji coba mereka sampai kipas mereka lebih efisien dan tenang.

Menerapkan Biomimikri pada Teknik Rekayasa: Pesawat Lebih Senyap Terinspirasi

Kelas juga membahas bagaimana burung hantu menginspirasi para insinyur untuk menciptakan pesawat yang lebih tenang. Para siswa belajar bahwa gigitan pada tepian belakang sayap burung hantu memecah udara yang melewati sayap, mengurangi kebisingan. Meniru desain ini, insinyur telah menciptakan pesawat yang lebih tenang, yang sudah diimplementasikan dalam beberapa model. Dengan mempelajari alam dan menerapkan prinsip-prinsip ini, para siswa memperoleh pemahaman yang lebih dalam tentang cara meningkatkan efisiensi dan efektivitas kipas tangan, dan bagaimana ini diterapkan pada desain pesawat.

Learning from Nature: How Owls Inspired Eco Warriors to Create Quieter and More Efficient Hand Fans 2
Fasilitator memberikan kesempatan kepada para siswa untuk memamerkan kreasi kipas tangan mereka di depan kelas.

Akhirnya, para siswa membawa pulang kipas tangan yang sudah dimodifikasi dan menikmati manfaat dari hasil kerja mereka. Dengan mengambil inspirasi dari alam dan menerapkan prinsip-prinsip tersebut pada teknik rekayasa, para siswa menemukan bahwa mereka dapat menemukan solusi inovatif untuk masalah sehari-hari, sehingga menghasilkan produk yang lebih efisien dan berkelanjutan. Potensi biomimikri untuk menghasilkan produk yang lebih berkelanjutan dan efisien membuat konsep ini menjadi penting untuk dipelajari dan diterapkan pada berbagai bidang, termasuk teknik rekayasa. (Desy)



Sign up for our monthly newsletter to receive inspirational stories and updates from Begawan in your inbox.





This will close in 0 seconds

× Welcome to Begawan. How may we assist you?