Drag

Sebagai bagian dari program kewirausahaan di Begawan, enam anggota Pondok Jamur Begawan Foundation telah menghabiskan sekitar 5 bulan untuk menanam jamur tiram di Rumah Budidaya Jamur di Pusat Belajar Begawan. Pengalaman praktis ini telah memberikan mereka keterampilan praktis dan pengetahuan yang komprehensif dalam budidaya jamur. Setiap hari, mereka bertanggung jawab untuk merawat tas kultur jamur, yang melibatkan tugas seperti menyiram dan menjaga suhu agar tetap stabil.

Saat siswa memasuki area laboratorium, mereka terlibat dalam mengamati.

Seiring berjalannya waktu, anggota Pondok Jamur telah mengembangkan kemampuan praktis dalam berbagai tahapan budidaya jamur. Mereka telah belajar cara melakukan panen, pengemasan, dan pemasaran jamur, bahkan memasak jamur menjadi hidangan yang lezat. Selama perjalanan ini, mereka juga memahami jenis-jenis hama yang dapat merusak pertumbuhan jamur, dan mereka menerapkan praktik-praktik ramah lingkungan untuk mengatasi masalah ini. Selain itu, mereka berhasil mengubah limbah dari proses budidaya menjadi kompos yang kaya nutrisi.

Belajar Prosedur Budidaya Berbasis Laboratorium

Meskipun mereka telah menjalankan usaha budidaya jamur, beberapa aspek yang terkait dengan laboratorium belum dapat mereka lakukan karena keterbatasan fasilitas. Untuk mengatasi ini, para siswa telah mengunjungi PT Kultiva Life Science untuk berinteraksi dan bekerja dengan seorang ahli biologi. Tujuannya adalah untuk lebih memahami prosedur budidaya jamur yang melibatkan penggunaan laboratorium, seperti Agar Work yang menggunakan metode PDA (Potato-Dextrose-Agar) untuk menghasilkan jamur murni. Kegiatan pembelajaran langsung ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan mereka, tetapi juga memberikan keterampilan dunia nyata yang relevan dengan budidaya jamur.

PDA yang disediakan oleh Diego untuk penggunaan di Kelas Jamur Begawan.

Memahami Pertumbuhan dan Jenis-Jenis Hama Jamur

Studi lapangan dimulai dengan pembicaraan tentang pertumbuhan jamur dan ciri-cirinya yang unik. Para siswa memahami bahwa, seperti manusia, jamur tidak bisa membuat makanan sendiri seperti tumbuhan. Mereka bergantung pada sumber nutrisi dari luar. Selama diskusi ini, mereka juga diajarkan tentang dua hama utama yang bisa mempengaruhi pertumbuhan jamur, yaitu jamur liar dan ragi. Siswa menyadari bahwa kehadiran hama ini seringkali disebabkan oleh kurangnya sterilisasi saat memulai budidaya jamur, yang bisa menyebabkan jamur liar dan ragi tumbuh cepat di dalam medium PDA. Hal ini tentu saja bisa mengganggu pertumbuhan jamur yang diinginkan.

Siswa menggunakan spinner untuk mengekstrak bakteri dari air.

Masalah yang disebabkan oleh bakteri juga dibahas sebagai salah satu kendala dalam budidaya jamur. Untuk memberikan ilustrasi yang lebih jelas, siswa-siswa diberi kesempatan untuk mengamati sampel bakteri di bawah mikroskop. Sampel ini diekstraksi dari kolam yang berada di dekat laboratorium.

Membuat Bibit Jamur Murni

Setelah mendiskusikan dan mengamati secara langsung, para siswa akhirnya terlibat langsung dalam pembuatan bibit jamur murni menggunakan campuran PDA. Mereka belajar bahwa proses inokulasi harus dilakukan dalam kondisi yang sangat steril untuk memastikan budidaya jamur murni berhasil. Ini melibatkan penggunaan peralatan khusus seperti lemari laminar steril, alat inokulasi, sterilisator, dan cawan petri. Dengan memakai sarung tangan dan membersihkan tempat kerja mereka dengan alkohol, para siswa aktif berpartisipasi dalam setiap langkah ini, yang membantu mereka memahami secara mendalam seluruh proses tersebut.

Siswa mengamati bakteri melalui mikroskop.

Memperkaya Pengalaman Belajar

Proyek budidaya jamur di Begawan telah menjadi tambahan yang berharga dalam perjalanan belajar siswa. Kunjungan lapangan ke PT Kultiva Life Science memberi mereka kesempatan istimewa untuk menghubungkan pengetahuan teoritis dengan pengalaman praktis. Dari budidaya jamur hingga memahami prosedur laboratorium, siswa-siswi ini telah memperoleh keterampilan praktis yang sangat penting untuk mendukung usaha kewirausahaan mereka.

Para siswa juga mencoba membuat PDA mereka sendiri.



Sign up for our monthly newsletter to receive inspirational stories and updates from Begawan in your inbox.





This will close in 0 seconds

× Welcome to Begawan. How may we assist you?